Author: <span>admin</span>

Selasa, 27 Januari 2009
Hari pertama magang. Aku membuka mata dan telinga lebar-lebar, mencoba menyerap segala informasi agar aku cepat beradaptasi di lingkungan baru. Namun seperti biasa, aku mengalami berbagai kendala. Salah satunya adalah rekan-rekan pegawai yang tampaknya acuh pada orang baru. Sepertinya mereka enggan berbagi ilmu; enggan berbagi pekerjaan….
Biar begitu aku masih mampu menemukan seseorang yang mau mengajariku sedikit tentang SIG, Sistem Informasi Geografis untuk keperluan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Walau baru beberapa saat mengerjakan peta, dengan latihan aku yakin bisa menguasainya dengan cepat.

Side Stories

Senin, 26 Januari 2009
Aku memulai kembali perjuanganku. Perjuangan untuk merebut tempatku di dunia. Perjuangan demi orang-orang yang menggantungkan harapannya padaku.
Pukul 13.30 aku berangkat dari rumah setelah menyantap makan siang lezat buatan ibuku. Aku harus membawa 2 tas punggung yang berisi perlengkapan hidup merantau. Aku diizinkan membawa Shogun 125 demi efisiensi waktu dan biaya. Perjalanan kali ini diwarnai oleh mendung tebal yang menggelayut di langit sejak siang. Semoga tidak kehujanan, pikirku. Rute tak lagi menjadi problem karena aku telah mensurvey trek ini hari Jumat lalu. Trip Semarang – Pekalongan pun kujalani….

Side Stories

Lagi nggak pengen bikin artikel.

Tak kusangka perlu 9 bulan untuk menemukan pekerjaan lain setelah aku resign dari GI. Memang sih ada beberapa lamaran yang hampir gol, tapi tampaknya tak ada yang menjanjikan karir, hanya berputar di situ-situ saja.
Ketika aku mencoba membuat software komersial, gagal. Proyekku yang di Holcim juga sepertinya tak akan pernah rampung, termasuk pembayarannya yang baru separuh (wew). Mencoba meraup uang dari internet juga menemui ujung yang sama: gagal. Niat bikin warung sendiri juga sama terhambatnya oleh preman-preman yang menguasai wilayah ini, juga tentunya hambatan dari masyarakat sendiri yang menganggap kami hanya bikin kotor lingkungan.

Side Stories

Ini adalah cerita tentang anak-anak suku Dani di Kabupaten Puncak Jaya, di kota Mulia tepatnya.
Minus dan Lison, begitu mereka memperkenalkan diri padaku dan teman-temanku yang jadi penghuni baru rumah sewaan. Kedua orang suku asli ini beserta beberapa temannya akan diperbantukan di rumah ini. Diperbantukan. Jadi babu.
Tentu saja bukan keinginanku, karena aku sendiri juga menumpang di rumah ini.
Kami ini rombongan konsultan yang didatangkan dari Jayapura ke kota Mulia ini untuk mengerjakan proyek keuangan daerah. Tentu saja kami diberi sambutan hangat oleh bupati dan kami pun tak perlu memikirkan fasilitas hidup karena telah disediakan.

Old Memories

Tadi malam waktu aku ngantar pacar jemput sepupunya, di jalan ada cegatan (sweeping polisi). Nah karena sudah malam dan aku malas berhenti, aku secara refleks coba menerapkan trik-trik menghindari operasi polisi yang pernah kuposting, tapi karena aku telat menyadari adanya sweeping, usahaku gagal total (tak kusangka ada sweeping malam hari di depan pom bensin yang lampunya sengaja dimatikan). Sebenarnya aku bawa surat-surat lengkap, tapi aku malas berhenti. Akhirnya karena aku disemprit polisi dan karena aku warga negara yang baik (dan lebih karena PACARKU NYURUH AKU BERHENTI), makanya aku berhenti.

Side Stories

Capek dengan browser biasa yang lambat dan hanya berminat dengan teks website? Pakai LYNX, suatu pilihan text browser yang tentu saja ringan dan tidak sulit dipakai.
Lynx juga dapat berguna untuk melihat bagaimana melihat website Anda dari sudut pandang Google (berdasarkan artikel Google).
Langsung aja download di sini

Internet

Jangan tertipu dengan judulnya, karena ini bukan tentang pertandingan sepakbola FC Barcelona melawan Forest Green Rovers. Ini adalah tentang pembandingan antara FC Barcelona (FCB) dengan Forest Green Rovers (FGR). Tentunya bukan tentang prestasi, karena FGR yang berkutat di Conference National League di Inggris sama sekali bukan tandingan FCB. Lalu apa?

Side Stories

Yak, akhirnya aku berhasil turing ke kota antah berantah bagiku, Pekalongan. Prestasi ini membanggakan bagiku karena baru pertama kali ini pergi ke kota yang belum pernah kukunjungi sendirian. Ke Jogja pertama kali ditemani mamaku (walau kemudian beliau kembali dan aku tinggal dengan anak-anak GBI sampai dicariin kos-kosan plus hibah perlengkapannya), ke Jayapura aku dijemput tim GI, ke Jakarta aku dijemput kakakku, tapi ke Pekalongan ini aku sendirian. Hehehe….

Side Stories

Pertanyaan ini dilontarkan padaku oleh seorang petugas yang membantuku membuat NPWP baru di KPP Gayamsari Semarang.
Ceritanya kan aku ini lagi nyoba bikin NPWP online, nah di form yang agak ribet itu ada kolom pekerjaan. Berhubung memang kenyataannya aku masih belum mulai kerja, kutulis dengan mantap: PENGANGGURAN. Jeh, agak malu juga seh, tapi ya mau ditulis apa lagi, wong itu kolom isian wajib.
Terus waktu berkas-berkas kubawa ke KPP Gayamsari, muncullah pertanyaan menjengahkan itu. Awalnya si mbak petugas menyodorkan kembali berkas yang telah kuserahkan sambil berkata,
“Mas, yang ini diisi”
“Yang mana Mbak?”
“Ini, pekerjaan”
“Anu Mbak, saya pengangguran”
“Lho, pengangguran ngapain bikin NPWP?”

Side Stories

Seperti biasa, aku mengunjungi situs detiksport seksi sepakbola, ternyata ada berita baru tentang “Jepang yang pengen gelar Piala Dunia lagi, trus aku baca yang bagian ini

Aturan baru FIFA menyebutkan, negara-negara tuan rumah Piala Dunia harus punya stadion berkapasitas minimum 80.000 orang untuk pertandingan pembukaan dan final. Saat ini stadion terbesar di Jepang adalah di Yokohama, yang menggelar final Piala Dunia 2002, kapasitasnya baru hampir 70 ribu.

Side Stories