Month: <span>January 2009</span>

Shop.com, a special alternative to shop from home. Yes, it’s online shopping. Unlike another ordinary online shop, Shop.com is a complete shopping website with millions of shopping items, of course…

Tak Berkategori

Kamis, 29 Januari 2009
Sudah jam 8 malam lebih, biasanya aku sudah terlelap, tetapi malam ini kepalaku teras pening. Banyak yang sedang kupikirkan, termasuk apakah aku telah salah memilih pekerjaan di jalur negeri. Jalur ini amat lambat. Segala sesuatu tampak berbelit-belit; panjang dan lama. Yang tampaknya mudah jadi susah, yang susah jadi makin susah. Kadang orang memasang idealisme tanpa tahu jalan ke arah ideal.

Jujur, pada awalnya aku sama sekali tak tertarik jadi PNS. Bahkan waktu itu PNS jadi bahan tertawaan bagi kuliahku, apalagi Mr. Azhari yang terus mewanti-wanti agar kami tak ada yang jadi PNS hampir di setiap kuliahnya. Tentu saja, semua teman kuliahku adalah pejuang-pejuang yang tak tunduk pada kekakuan….
Tetapi kebutuhan hidup menggiringku ke sini, ke kantor pajak nan megah. Ketika aku melihat cara pengelolaan kantor ini, ingin sekali aku mengubahnya, karena tak cukup optimal bagi kalangan profesional. Aku ingin berjuang dalam pekerjaan, sebelum api ini mati. Barangkali aku akan mencari cara untuk lebih maju lagi.

Side Stories

Rabu, 28 Januari 2009
Aku baru menyadari kalau negara ini dibiayai oleh para pengusaha. Betapa tidak, para pengusaha inilah penyumbang pajak terbesar, dan pajak memiliki porsi 60% dari total pendapatan negara!
Makanya tidak heran kalau negara selalu memberikan kemudahan-kemudahan terhadap pengusaha, tentunya dengan harapan mereka akan menghasilkan pajak yang besar. Aku tak tahu nama sistem ini, namun kusebut saja sistem kapitalis.
Aku membayangkan apa yang terjadi di AS, sang negara kapitalis besar. Di negara ini terdapat banyak sekali perusahaan raksasa dengan omset besar, keuntungan besar, dan tentunya menghasilkan uang pajak yang besar pula. Negara terus menerus mendorong pertumbuhan dunia usaha dengan berbagai cara (hingga akhirnya terjadi resesi ekonomi seperti sekarang).

Side Stories

Selasa, 27 Januari 2009
Hari pertama magang. Aku membuka mata dan telinga lebar-lebar, mencoba menyerap segala informasi agar aku cepat beradaptasi di lingkungan baru. Namun seperti biasa, aku mengalami berbagai kendala. Salah satunya adalah rekan-rekan pegawai yang tampaknya acuh pada orang baru. Sepertinya mereka enggan berbagi ilmu; enggan berbagi pekerjaan….
Biar begitu aku masih mampu menemukan seseorang yang mau mengajariku sedikit tentang SIG, Sistem Informasi Geografis untuk keperluan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Walau baru beberapa saat mengerjakan peta, dengan latihan aku yakin bisa menguasainya dengan cepat.

Side Stories

Senin, 26 Januari 2009
Aku memulai kembali perjuanganku. Perjuangan untuk merebut tempatku di dunia. Perjuangan demi orang-orang yang menggantungkan harapannya padaku.
Pukul 13.30 aku berangkat dari rumah setelah menyantap makan siang lezat buatan ibuku. Aku harus membawa 2 tas punggung yang berisi perlengkapan hidup merantau. Aku diizinkan membawa Shogun 125 demi efisiensi waktu dan biaya. Perjalanan kali ini diwarnai oleh mendung tebal yang menggelayut di langit sejak siang. Semoga tidak kehujanan, pikirku. Rute tak lagi menjadi problem karena aku telah mensurvey trek ini hari Jumat lalu. Trip Semarang – Pekalongan pun kujalani….

Side Stories

Lagi nggak pengen bikin artikel.

Tak kusangka perlu 9 bulan untuk menemukan pekerjaan lain setelah aku resign dari GI. Memang sih ada beberapa lamaran yang hampir gol, tapi tampaknya tak ada yang menjanjikan karir, hanya berputar di situ-situ saja.
Ketika aku mencoba membuat software komersial, gagal. Proyekku yang di Holcim juga sepertinya tak akan pernah rampung, termasuk pembayarannya yang baru separuh (wew). Mencoba meraup uang dari internet juga menemui ujung yang sama: gagal. Niat bikin warung sendiri juga sama terhambatnya oleh preman-preman yang menguasai wilayah ini, juga tentunya hambatan dari masyarakat sendiri yang menganggap kami hanya bikin kotor lingkungan.

Side Stories

Ini adalah cerita tentang anak-anak suku Dani di Kabupaten Puncak Jaya, di kota Mulia tepatnya.
Minus dan Lison, begitu mereka memperkenalkan diri padaku dan teman-temanku yang jadi penghuni baru rumah sewaan. Kedua orang suku asli ini beserta beberapa temannya akan diperbantukan di rumah ini. Diperbantukan. Jadi babu.
Tentu saja bukan keinginanku, karena aku sendiri juga menumpang di rumah ini.
Kami ini rombongan konsultan yang didatangkan dari Jayapura ke kota Mulia ini untuk mengerjakan proyek keuangan daerah. Tentu saja kami diberi sambutan hangat oleh bupati dan kami pun tak perlu memikirkan fasilitas hidup karena telah disediakan.

Old Memories

Tadi malam waktu aku ngantar pacar jemput sepupunya, di jalan ada cegatan (sweeping polisi). Nah karena sudah malam dan aku malas berhenti, aku secara refleks coba menerapkan trik-trik menghindari operasi polisi yang pernah kuposting, tapi karena aku telat menyadari adanya sweeping, usahaku gagal total (tak kusangka ada sweeping malam hari di depan pom bensin yang lampunya sengaja dimatikan). Sebenarnya aku bawa surat-surat lengkap, tapi aku malas berhenti. Akhirnya karena aku disemprit polisi dan karena aku warga negara yang baik (dan lebih karena PACARKU NYURUH AKU BERHENTI), makanya aku berhenti.

Side Stories

Capek dengan browser biasa yang lambat dan hanya berminat dengan teks website? Pakai LYNX, suatu pilihan text browser yang tentu saja ringan dan tidak sulit dipakai.
Lynx juga dapat berguna untuk melihat bagaimana melihat website Anda dari sudut pandang Google (berdasarkan artikel Google).
Langsung aja download di sini

Internet

Jangan tertipu dengan judulnya, karena ini bukan tentang pertandingan sepakbola FC Barcelona melawan Forest Green Rovers. Ini adalah tentang pembandingan antara FC Barcelona (FCB) dengan Forest Green Rovers (FGR). Tentunya bukan tentang prestasi, karena FGR yang berkutat di Conference National League di Inggris sama sekali bukan tandingan FCB. Lalu apa?

Side Stories