COVID-19 dan Pegawai Negeri Sipil

Wabah COVID-19 mengingatkan kita mengapa lowongan pegawai negeri sipil selalu banjir peminat. Simpel, karena ekonomi Indonesia memang tak pernah stabil.

Orang-orang tua di masa kuliah saya dulu mengidamkan anaknya mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil. Bukan untuk alasan mengabdi pada negeri, tentunya. Uang pensiunlah yang dikejar. Memang, Indonesia tidak mengenal program superannuation atau tabungan pensiun seperti di luar negeri.

Di Indonesia, sesukses apapun pekerjaan kantoran, pasca pensiun adalah masa-masa paling mengkhawatirkan. Gaji bulanan menghilang, sementara gaya hidup tak mau turun.

Meski tak sedikit juga pegawai negeri sipil yang juga menderita karena uang pensiunnya tak cukup membiayai lifestyle mewah yang telah bertahun-tahun dijalani, setidaknya para pensiunan ini tahu bahwa tiap bulan mereka dikasih makan pemerintah melalui program pensiun.

Tak hanya uang pensiunan, pekerjaan pegawai negeri sipil adalah pekerjaan teraman di dunia. Mau perang dunia ataupun wabah seperti sekarang ini, mereka tahu kalau besok mereka masih akan bekerja. Berbeda dengan pedagang kakilima, pemilik toko non-esensial, tukang ojek, dan banyak pekerja pabrik yang kehilangan pekerjaan.

Sementara pegawai negeri sipil masih bisa “bekerja dari rumah”. Para pegawai negeri sipil barangkali sedikit di antara mereka para pekerja kantoran yang mendengungkan “dirumahaja”, yang akan tetap gajian bulan depan. Sementara, hestek “dirumahaja”, bagi banyak orang lainnya, bermakna “matiaja”, antara mati kelaparan di rumah atau mati kena penyakit di jalan.

Maka tak heran bila pembukaan lowongan pegawai negeri sipil berikutnya akan terjadi lonjakan peminat yang sangat besar. Pegawai negeri sipil memang pekerjaan idaman!

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.