Bekerja Sekedarnya

Podcast dari The Guardian yang berjudul “Who Screwed Millenials?” menemaniku selama sesi berlari minggu ini. Banyak pelajaran yang kupetik dari ulasan mereka, yang kebanyakan mengulik sejarah mengapa sampai terjadi masalah-masalah kontemporer yang dialami warga Australia, terutama generasi milenial.

Kurasa, aku termasuk generasi milenial, jadi isi podcast ini sangat lekat dengan problematika sehari-hari. Termasuk juga karena aku tinggal di Australia.

Beberapa topik yang dibahas yaitu soal perumahan, pendidikan, dan pekerjaan. Awal mula ketiganya cukup mirip, yaitu deregulasi.

Soal pekerjaan yang menimpa milenial saat ini bermula dari anggapan rendahnya produktivitas tenaga kerja karena sistem roster yang tidak fleksibel, di mana terkadang para pekerja dibayar saat tidak ada pekerjaan. Ini utamanya terjadi pada industri pelabuhan (wharf). Perubahan signifikan terjadi saat perusahaan menerapkan sistem fleksibel alih-alih sistem roster yang tetap. Efisiensi terjadi, tetapi para pekerja kehilangan rasa aman atas pekerjaan mereka, karena mereka pun tak tahu apakah besok mendapat shift atau tidak.

Pun dari sisi tawar menawar gaji, tak ada lagi organisasi union yang membantu negosiasi, sehingga umumnya karyawan mendapat gaji rendah karena posisi tawar yang lemah. Pun untuk mendapat penghasilan yang lebih tinggi harus dilakukan dengan mencari pekerjaan lain, atau job hopping.

Rupanya aku terlalu terlena dengan pekerjaan sekarang. Hingga lupa bahwa kapitalis ada di mana-mana. Satu-satunya hal yang harus kulakukan adalah terus terbuka terhadap peluang baru, sehingga tingkat penghasilan selalu naik.

Juga, jangan sampai bekerja terlalu banyak. Kapitalis tak mengenal loyalitas, jadi sekedarnya sajalah saat bekerja. Tak perlu lembur, tak perlu inisiatif, tak perlu kreativitas yang berlebihan. Toh pada akhirnya pekerjaan ini hanya sementara.

Pelajaran memang mahal harganya. Pastikan kesalahan ini tak terjadi lagi.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.