Tak ada yang menyangka bahwa COVID-19 akan menghantam dunia begitu hebat. Penyakit yang timbul di akhir 2019 ini mulai menyebar ke penjuru dunia sejak Februari-Maret 2020. Australia sendiri menerapkan kebijakan superketat dengan menutup perbatasan dan memaksa semua orang tinggal di rumah (lockdown).
Lockdown yang diharapkan selesai dalam dua minggu, akhirnya menjadi berbulan-bulan. Terlebih di Victoria yang mengalami tiga kali lockdown.
Maret 2021 ini, setahun sejak lockdown pertama diterapkan, kehidupan lokal mulai bergeliat. Meski demikian, hidup terasa tak akan pernah jadi sama lagi, terutama menyangkut perjalanan luar kota dan luar negeri.
Saya sendiri mengalami revolusi yang luar biasa di 2020 dan 2021 ini. Menyelesaikan PhD dua bulan lebih awal dari jadwal, di April 2020 saya mulai bekerja sebagai peneliti penuh waktu pascadoktoral di universitas. Tapi rupanya ada banyak hal yang membuat saya ragu apakah dunia riset merupakan pekerjaan idaman.
Sampai akhirnya Februari 2021 saya mendapatkan pekerjaan baru, yang akan saya mulai di awal April 2021, atau tepatnya dua minggu lagi. Kali ini di industri. Pekerjaan tetap. Mudah-mudahan cocok. Pekerjaan remote, fleksibel waktu dan tempat, sepertinya menjadi lebih penting ketimbang jabatan mentereng di saat ini.
Be First to Comment