Mulutmu Harimaumu: Kisah Satu Kalimat Berujung Hilang Bonus Tahunan

Aku bukan orang yang banyak bicara. Baik secara verbal maupun tertulis. Tapi tetap saja, kata-kata yang keluar dari mulut – atau kalimat yang ditulis dalam pesan singkat – bisa membawa malapetaka.

Kalau dipikir-pikir, kebanyakan persoalan hidupku berawal dari ucapan. Tapi namanya manusia, kapan sih bisa lepas dari salah? Dari yang salah bicara, salah intonasi, atau salah diksi, bisa memulai pertengkaran rumah tangga.

Keluarga yang tiap hari bertemu saja bisa cek-cok. Apalagi dengan teman kantor bertema work-from-home yang bahkan sekalipun tak pernah bertemu. Mode komunikasi tulisan jauh lebih rawan disalah-artikan, hingga ya itu tadi, jadi awal persoalan yang sebenarnya tak perlu ada. Ini jadi pelajaran berharga: satu kalimat yang salah menghanguskan setengah tahun prestasiku. Jadinya, bonus dan kenaikan gaji terpotong separuh. Signifikan nilainya.

Kesal memang. Tapi justru jadi pelecut semangat. Bukan untuk menyesali diri, karena, ya masa lalu mau diapakan lagi. Tapi untuk melaju lagi. Entah di sini, entah di tempat lain. Target sudah ditetapkan sejak lama dan belum tercapai. Kini saatnya evaluasi. Mundur untuk melompat lebih tinggi.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.