Secara tidak mendetail aku mengamati beberapa orang yang kukenal sebelum dan sesudah tinggal di Jakarta. Dan dari pengamatan dangkal ini aku menyimpulkan bahwa mereka berubah. Seberapa banyak mereka berubah, tergantung pada diri mereka sendiri. Dan bagi orang daerah sepertiku, perubahan itu terasa sedikit berbeda dengan kultur lingkunganku tumbuh.
Month: <span>February 2009</span>
Berikut ini soal-soal di kuis yang ada di kuliah online. Dua kali usahaku sia-sia karena server gagal loading di tengah-tengah kuis.
Tiap sesi ada 35 soal yang soal dan jawabannya dibolak-balik.
Jawabannya ditandai dengan [Correct], tetapi aku belum sempat ngecek kebenaran jawaban soal benar-salah karena gagal load itu. Jika ada yang perlu dibetulkan, kasi komen ya. Thx.
Sejak pertama kali membaca buku Hacking Uncensored-nya S’to dari Jasakom.com, rasa-rasanya buku bergenre serupa mulai menjamur hingga kini. Dari yang judulnya ilmu hacking aja sampai hacking internet banking dapat ditemui dengan mudah di toko buku. Tapi kayaknya judulnya hampir semuanya menjurus ke arah destruktif ya….
Padahal setahuku sejarah hacking pertama kali dipakai untuk ngakalin driver printer. Hacking menurut diriku sendiri adalah “ngutak-atik biar pas tanpa prosedur standar” yang tentunya bukan negative action. Tapi barangkali masyarakat telah salah menganggap bahwa hacking adalah kegiatan IT yang merusak.
Sewaktu perjalanan Pekalongan – Semarang kemarin, ketika sudah sampai ke Jalan Walisongo Semarang, tiba-tiba aku berpikir
“Aku percaya ban depanku bagus, tetapi tidak dengan ban belakang yang meragukan, paling-paling nanti bocor”
Dan beberapa detik kemudian, motorku mulai goyang. Aku menepi dan memeriksa, ternyata ban belakang benar-benar bocor!
Beruntunglah beberapa puluh meter dari tempatku ada bengkel tambal ban. Lucky, I guess.
Kejadian ini tak sekali terjadi padaku. Sewaktu aku masuk depkeu dan menunggu penempatan eselon 1, aku yang awalnya memasukkan Sekretariat Jenderal dan Inspektorat Jenderal ke dalam daftar preferensiku, beralih ke Dirjen Pajak karena setelah browsing ada blogger yang mengatakan penempatan Dirjen Pajak sangat lunak terutama terhadap wanita yang telah berkeluarga, lagipula, katanya lagi, gajinya cukup tinggi dengan adanya tunjangan TKT. Nice, akhirnya aku masuk Pajak juga. Aneh bukan?