Kos Campur

Huehm, mau nulis apa, lupa 😀

Berpikir bahwa aku sekarang berada di kos-kosan campur, cewek-cowok. Awalnya sih enjoy aja, tapi kalau dipikir kok lama-lama agak males juga.
Banyak orang berpendapat bahwa lawan jenis tak pernah bisa menjadi sahabat atau teman sejati, dan sepertinya aku jadi masuk ke golongan orang yang mengiyakan.
Sebatas teman bisa jadi, tetapi untuk bisa saling memahami layaknya saudara, tunggu dulu. Karena tentu saja ketertarikan atau ketidaktertarikan kedua orang ini sangat mempengaruhi hubungan pertemanan yang dijalin.

Kalau ada “rasa” di antara mereka atau salah satu dari mereka, buyarlah pertemanan, atau ketika tak ada ketertarikan, hubungan mereka tetap tak bisa seerat persahabatan sesama jenis. Bayangkan saja, antara cewek dan cowok punya tema obrolan masing-masing dengan sudut pandang yang amat berbeda pula. Pun jelas penilaian mereka terhadap sebuah kejadian akan sangat berbeda, dan perbedaan yang selalu terjadi tak pernah membuat hubungan pertemanan mereka makin bagus.

Kembali ke kos-kosan. Secara kebetulan kami mendapat kamar di lantai 3, dikelilingi beberapa kamar yang dihuni cewek-cewek dengan segala asesoris yang dapat ditemui di beberapa tempat, yang ehm, membuat darah muda kami sedikit berdesir. Berempat kami, dan sering sekali nongkrong di satu kamar yang dianggap paling sejuk. Memang kos kami ini masuk kategori panas. Not recommended bagi penduduk eskimo. Hehehe.

Pengalaman tinggal di kos campur ini adalah yang pertama bagiku. Sebelum-sebelumnya aku bergaul sangat erat dengan semua penghuni kos yang tentunya lelaki juga. Namun sudah 2 hari tinggal di sini, tak satupun penghuni kos kami kenal atau kenal kami. Barangkali inilah kultur orang kota, tak lagi membutuhkan pergaulan, atau barangkali juga kesibukan kerja telah melunturkan mood mereka untuk sekedar berbasa-basi dengan teman-teman satu atap.
Bangun pagi, mandi, langsung berangkat kerja. Pulang sudah sore, makan, mandi, terus tidur, begitu seterusnya. Tampak membosankan bukan? Namun itulah sebabnya kelab malam jadi hiburan laris di kota ini.

7 Comments

  1. daaan said:

    Wah seneng ya dim, liat yang seger2 tiap hari wakakaka *kabur sebelum di timpuk*

    22 February 2009
    Reply
  2. inzz said:

    wedew…

    24 February 2009
    Reply
  3. Aziz said:

    Assesorisnya ukuran berapa dim?
    Hwahahaha

    28 February 2009
    Reply
  4. antowi said:

    Salama kenal bos
    Aku juga pernah kost yang campur, awal – awal kost emang enak sih soalnya semua saling akrab. awal petaka muncul waktu 2 orang cewek saling berantem.. wah wah atmosfirnya jadi beda.. udah deh mending ngabur 🙁

    28 March 2009
    Reply
  5. intan said:

    dimana tuh kos campurnya?? bisakah aku mendapatkan info ato alamatnya?

    18 March 2011
    Reply
  6. riska said:

    gan tau kost campur daerah jogja ndak? ane buth nie.. buat adek ane dan ane. addek ane taun ni masuk kul di jogja.. jadi ane btuh 2 kamar. kalo bisa sekitar ugm gan. biar ntar anter adek ga begitu jauh.. hehehehehehe… kalo sekiranya agan2 sekalian tau.. tolong PM atau email ke email ane ” R.nilum@gmail.com“.. makasih gan..

    6 April 2011
    Reply
  7. debby said:

    tau tempat kosan cewek bebas dan murah gak,bagus lah tempatnya.

    24 December 2012
    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.