Sang Penghibur

setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi kudengar dengan sunguh
juga tubuh kata yang menjelang
tak lagi kucerna dalam jiwa
aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
kuhanyalah pemimpi kecil yang berkhayal
tuk mengubah nasibnya

oh, bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya

kukerahkan langkah kaki
di mana cinta akan bertumbuh
kulayangkan jauh mata memandang
tuk melanjutkan mimpi yang terputus
masih kucoba mengejar rinduku
meski peluh membasahi tanah
lelah penat tak menghalangiku
menemukan bahagia

bukankah hidup ada perhentian
tak harus kencang terus berlari
kuhelakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali
melangkahkan kaki menuju cahaya

bagai bintang yang bersinar
menghibur yang lelah jiwanya
bagai bintang yang berpijar
menghibur yang sedih hatinya
—-

Seperti nyanyian di atas, begitulah asaku untuk terus berjuang. Di saat semuanya tampak tak memungkinkan, langkahku harus terus maju.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.