Aku sudah di Jakarta sejak kemarin. Berada di lantai 3 kos-kosan mahal ini membuatku rindu menjejak tanah dan menikmati desiran angin dan suara dedaunan yang gemerisik menari bersama udara yang bergerak.
Namun aku sekarang berada di hutan beton dengan bising suara kendaraan dan mesin-mesin yang tak kenal waktu. Aku dikelilingi benda-benda buatan manusia yang keras dan tak berhati.
Di saat semuanya tampak berat dan menyerah jadi pilihan mudah, aku harus menampar mukaku sendiri dengan diktat setebal 100 halaman yang belum kubaca. Ya, aku tak boleh menyerah.
Segala keterbatasan ini harus membuatku terlecut dan berlari lebih kencang daripada semua orang lain. Ketika aku tak mampu melihat akan jadi apa aku nanti, aku memejamkan mata dan meniti setiap inci jalanan dengan ketelitian.
Ketika aku melalui jalan berkerikil tajam, aku akan mengangkat kakiku tinggi-tinggi dan menghujamkannya ke tanah beradu dengan batu, supaya aku merasakan kekuatan si kerikil kecil.
Published 20 February 2009 by admin
Aku di Jakarta, Lagi
7 Comments
Leave a Reply Cancel reply
This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.
Dapet kosan dimana?
Pelatihan d Kemanggisan or Purnawarman?
Dapet kosan dimana kok bs mahal., mahalnya orang jogja ma org jakarta laen keknya. ;))
Pelatihan d Kemanggisan or Purnawarman?
di blakang hotel peninsula persis.
diklat di kemanggisan.
Oalah pak ketu..
hehe
kos di apartemen yah? uuuuuu..
critanya bagus
@oke-mobil
thanks 🙂