I Hate Goodbyes

Kemarin adalah hari terakhirku magang di KPP Pratama Pekalongan. Sejak siang aku menunggu-nunggu kapan bisa pulang, karena pertimbanganku adalah perjalanan yang harus kutempuh kali ini agak berat karena harus membawa ransel besar di atas Shogun 125, lagipula aku menghindari perjalanan tanpa cahaya yang cukup karena jalanan panturan sangat bergelombang.

Aku benci mengucapkan perpisahan, termasuk ketika pagi tadi harus berpamitan dengan ibu kos. Sebenarnya tak ada alasan apapun selain enggan “saying goodbye”. But some good memories that eliminate all bad ones make me want to do that, even with a little hesitation.
Suasana mellow pun menggelayut di atas kepala kami berdelapan yang memulai kunjungan perpisahan kami mulai dari lantai 4: bagian pemeriksaan dan penagihan, kemudian turun ke lantai 3 ke waskon 1-2-3, ke lantai 2 untuk menyambangi teman-teman di PDI, ekstensifikasi, dan pelayanan. Ketika teman-teman kembali berkumpul ke bagian umum, aku pamit pulang.

Perjalanan terakhir kali ini ternyata seperti yang kuduga : berat. Punggung pegal karena ransel berat dihiasi acara ban bocor yang membuatku harus mengeluarkan 35 ribu terakhirku membuat perjalanan ini bukan perjalanan terbaik, meski cuaca sedang baik.

Well, I gotta get prepared for the next challenge.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.