Urip iku mung mampir ndagel
Begitulah kira-kira ucapan Mister Celathu alias Butet Kertaradjasa, suatu saat, suatu waktu. Bener juga, hidup tanpa kelucuan bagai sayur tanpa garam. Hambar. Dan demi menggarami hari-hariku, aku sering nonton komedi Abdel dan Temon. Lucu, bahkan pernah kunobatkan sebagai acara terlucu waktu itu. Tokohnya tentu saja Abdel dan Temon, dua orang sahabat sejak kecil yang tinggal serumah tapi jarang akur.
Tapi beberapa episode terakhir ini peran Abdel ditiadakan, diganti tokoh Abdul yang sebenarnya tak mampu mengimbangi karakter Temon. Biasanya dengan cekatan Abdel menangkis atau menyerang Temon dengan guyonan-guyonan segarnya, tapi dengan tak adanya Abdel, Temon seperti bertarung sendiri dalam usaha menjangkau saraf humor pemirsa. Memang masih ada Udin yang paling ganteng sekompleks dan Muklis satpam tukang tidur, tapi mereka ini hanya side story.
Yah, tanpa Abdel, tampaknya komedi Lajang bakal jadi nomor satu acara lucu-lucuan versiku. Nggak nyangka Eza Yayang bisa nglucu gitu.
gw seneng bgt ma gayanya temon,,,
huhuhuhuh =)
udah gokil bae lagi,,n g mlih” dah dlm brgaul..
memang lucu tu orang
klo nyanyi suaranya bagus 🙂