Ini adalah cerita tentang anak-anak suku Dani di Kabupaten Puncak Jaya, di kota Mulia tepatnya.
Minus dan Lison, begitu mereka memperkenalkan diri padaku dan teman-temanku yang jadi penghuni baru rumah sewaan. Kedua orang suku asli ini beserta beberapa temannya akan diperbantukan di rumah ini. Diperbantukan. Jadi babu.
Tentu saja bukan keinginanku, karena aku sendiri juga menumpang di rumah ini.
Kami ini rombongan konsultan yang didatangkan dari Jayapura ke kota Mulia ini untuk mengerjakan proyek keuangan daerah. Tentu saja kami diberi sambutan hangat oleh bupati dan kami pun tak perlu memikirkan fasilitas hidup karena telah disediakan.
Tag: <span>Puncak Jaya</span>
Baru saja aku mendapat informasi dari seorang teman lama, di Kabupaten Puncak Jaya sedang terjadi kericuhan yang melibatkan OPM dan tentara. Menurutnya, hari ini ada penyerangan ke pos aparat di Tingginambut. Senjata milik aparat pun dirampas dan ada korban luka yang sedang kritis. Juga tadi siang ada penembakan terhadap anggota OPM, kemungkinan oleh serangan balasan oleh anggota TNI. Insiden ini terjadi di Gurage.
Perlu diketahui bahwa tahun lalu pun terjadi insiden yang hampir sama, di mana terjadi penyerangan oleh OPM terhadap para pekerja sebuah perusahaan. Beberapa pekerja dan tentara yang mengawal para pekerja pun tewas dalam insiden ini. Aku tahu insiden tahun lalu karena waktu itu aku sedang bertugas di sana sebagai konsultan keuangan di kantor kabupaten.