Lagi nggak pengen bikin artikel.
Tak kusangka perlu 9 bulan untuk menemukan pekerjaan lain setelah aku resign dari GI. Memang sih ada beberapa lamaran yang hampir gol, tapi tampaknya tak ada yang menjanjikan karir, hanya berputar di situ-situ saja.
Ketika aku mencoba membuat software komersial, gagal. Proyekku yang di Holcim juga sepertinya tak akan pernah rampung, termasuk pembayarannya yang baru separuh (wew). Mencoba meraup uang dari internet juga menemui ujung yang sama: gagal. Niat bikin warung sendiri juga sama terhambatnya oleh preman-preman yang menguasai wilayah ini, juga tentunya hambatan dari masyarakat sendiri yang menganggap kami hanya bikin kotor lingkungan.
Tentu saja aku sempat putus asa. Sangat putus asa. Memang aku bekerja sambilan di warung orangtuaku, tapi lelaki yang tak punya pekerjaan, apa gunanya?
Tetapi besok semua akan berubah. Aku akan memulai petualangan baru dalam dunia yang akan kuselami setidaknya 5 tahun. Aku akan memulainya dengan magang di Pekalongan yang berjarak 2 jam dari kota kelahiranku, Semarang. Terkadang muncul rasa takut. Takut tak bisa memenuhi ekspektasi yang dibebankan padaku yang ternyata terasa sangat berat. Tak diragukan bahwa aku mensyukuri apa yang telah kudapatkan, dan tentang ketakutan itu, aku tak akan tunduk padanya. Aku akan melawannya dan menempa diriku agar makin tegar. Aku laki-laki, dan seorang laki-laki harus dapat diandalkan.
Bagi para pembaca setia, termasuk warga KantinMilan tentunya, thanks for visiting. I hope I’ll have spare time to write something in the future.
At last, wish me luck then.
semangat!!
Wong gak pingin nulis kok jadi tulisan…….Ruwet ya cari kerjaan dalam budaya preman. kunjungi saya donk
wekekeke….
yang bawah-bawahnya cuma coretan-coretan biasa sih…