Mari Magang

Selasa, 27 Januari 2009
Hari pertama magang. Aku membuka mata dan telinga lebar-lebar, mencoba menyerap segala informasi agar aku cepat beradaptasi di lingkungan baru. Namun seperti biasa, aku mengalami berbagai kendala. Salah satunya adalah rekan-rekan pegawai yang tampaknya acuh pada orang baru. Sepertinya mereka enggan berbagi ilmu; enggan berbagi pekerjaan….
Biar begitu aku masih mampu menemukan seseorang yang mau mengajariku sedikit tentang SIG, Sistem Informasi Geografis untuk keperluan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Walau baru beberapa saat mengerjakan peta, dengan latihan aku yakin bisa menguasainya dengan cepat.

Aku juga harus memperketat pengeluaran. Tak tahu kapan upah pertama akan kuterima. Padahal saat ini saja aku sudah berhutang sana-sini. Magang di luar kota tampaknya tak akan memberi manfaat signifikan bila aku tak berbuat sesuatu yang revolusioner. Aku harus banyak belajar sambil tentunya terus mendorong teman-teman mangang juga untuk terus belajar.

Hari-hari tampaknya akan kulalui dengan kerja keras. Bahkan untuk pergi ke kantor yang jaraknya hanya 100-an meter pun harus dihadang hujan yang amat deras. Tapi tentunya ini akan makin membulatkan tekadku untuk bekerja makin keras….

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.