Rajin Pangkal Pandai, Hemat Pangkal Kaya
Itu kalimat yang sudah jutaan kali kudengar, kubaca, dan kuhayati sejak masa kanak-kanak. Namun, dengan pola pikirku yang telah berkembang, rasa-rasanya ada yang salah dengan kalimat ini.
Sewaktu ada di tempat karaoke kemarin, aku menemukan hal yang menarik, terkait dengan sistem yang mereka gunakan. Pemutar lagu merupakan core system mereka, dan sudah lama aku penasaran, bagaimana cara mereka menghilangkan suara vokalis pada lagu-lagu karaoke mereka.
Orang-orang yang melakukan perjalanan dengan lambat mungkin memperhatikan, bahwa pagi hari di Jakarta sering dihiasi dengan kabut seperti halnya pagi di kota-kota dataran tinggi. Namun masalahnya, Jakarta merupakan kota dataran rendah yang terletak di tepi laut, jadi amat mustahil kalau kabut ini disebabkan oleh dinginnya suhu. Mustahil, sebab hawa di sini cukup panas!
Berikut ini adalah cuplikan artikel tentang cuti bersama dari wikipedia
Cuti bersama (or the “joint holiday”) is a recently-introduced public holiday in Indonesia. Cuti bersama was introduced by the Indonesian government as a means of stimulating tourism within the country and increasing the efficiency of public servants. The holiday is counted in public servants’ overall leave. Most private companies and businesses follow suit by adjusting employees’ annual leave in line with government policy. During major religious holidays such as Eid-al-Fitr (Idul Fitri or Lebaran at the end of the Ramadan fasting month) the joint-holiday can span an entire working week.
Pada awalnya, cuti bersama diperkenalkan untuk memajukan turisme di Indonesia. Cuti bersama ada kalau tidak salah sejak jaman pemerintahan Megawati, dimulai dari 1 hari cuti bersama Idul Fitri dan 1 hari cuti bersama Natal. Biasanya cuti bersama telah ditentukan sebelum tahun yang bersangkutan dimulai. Tetapi pada hari Jumat, 13 Mei 2011, sejarah mencatat bahwa cuti bersama ternyata bisa diadakan sewaktu-waktu. Aku ingat betul, pengumuman cuti bersama ini keluar pada pukul 16.30 di suratkabar elektronik. Maka dengan kecepatan teknologi, berita ini segera menyebar di kalangan melek teknologi hanya dalam waktu 30 menit.