Sedikit Adalah Tragedi, Banyak Adalah Statistik

Aku merasa ada sesuatu yang salah dari berita ini (sumber)

Seperti data yang dimiliki Pemerintah Jawa Barat, pada Lebaran 2010, terjadi 143 kecelakaan saat mudik yang menewaskan 50 orang, 47 luka berat, 151 luka ringan. Kejadian kecelakaan baling besar terjadi di wilayah pada jalur selatan, Bogor, Sumedang, dan Garut.

Kecelakaan yang terjadi pada H-7 sampai H+1, membuat kerugian mencapai Rp441,15 juta, melibatkan 151 kendaraan roda dua dan 91 roda empat.

Limapuluh orang tewas, 47 luka berat, 151 luka ringan, itulah statistik. Ya, inilah fakta. Fakta bahwa ternyata di mata pemerintah, seluruh kecelakaan yang terjadi di masa arus mudik (dan arus balik) adalah statistik, yang sepanjang ingatanku tidak ada yang berusaha menerapkan zero accident.
Less accident mungkin ada, tetapi tidak zero accident.

Pathetic.

Aku tak tahu apakah berlebaran harus disertai dengan mudik. Tetapi, dengan jumlah kecelakaan yang sebegitu banyaknya, termasuk jumlah korban jiwa dan harta, amat layak untuk dipertimbangkan agar pemerintah menghilangkan cuti bersama. Tanpa cuti bersama, diharapkan jumlah pemudik akan berkurang. Bahkan bila memungkinkan, dibuat sebuah kebijakan untuk membatasi jumlah pemudik, bagaimanapun caranya.

Tiga hari cuti bersama, yang disambung dengan 2 hari cuti nasional, sepertinya terlalu banyak….

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.