Setelah menyelesaikan kasus Syeh Puji, kali ini tampaknya KPA turun gunung lagi demi Ponari sang dukun cilik sakti. KPA, Komisi Perlindungan Anak, menduga ada eksploitasi terhadap Ponari yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Mantap!
Aku yang sukanya mencela ini meneruskan hobinya. Kok cuman kasus-kasus terkenal saja yang ditangani KPA ya. Tengok saja track recordnya. Berbagai kasus para artis, kemudian Syeh Puji, dan kali ini Ponari. Apakah KPA memang hanya untuk kasus-kasus besar saja? Apakah mereka tidak melihat eksploitasi anak-anak di setiap perempatan jalan kota di negara ini? Argh!
Category: <span>Brainstorming</span>
Barangkali hampir setiap dari Anda pernah mendengar satu atau dua kasus tentang pejabat atau pegawai negeri sipil yang selingkuh, atau paling tidak mendengar kasus yang baru-baru ini terjadi di mana seorang anggota polisi yang berselingkuh di tempat tugasnya, sementara ia sendiri sebenarnya sudah beristri.
Hmm… kenapa ya, bisa begitu?
Melalui artikel singkat ini aku ingin mencoba menelaah tentang performa klub sepakbola yang kadang-kadang naik dan kadang-kadang turun. Satu tim sepakbola pada suatu waktu bisa menang sekian kali berturut-turut namun bisa juga pada suatu waktu mereka ini kalah berturut-turut. Aku membuat artikel ini setelah melihat hasil buruk yang diraih Juventus di 2 partai terakhirnya. Setelah menang di banyak pertandingan, performa skuad ini mulai menurun dan akhirnya menuai kekalahan, pertama di kota Udine, yang terakhir di kandang mereka sendiri. Aku pun jadi bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi.
Onizuka Eikichi barangkali menjadi figur guru dambaan banyak orang. Guru yang revolusioner, tidak menghakimi, tidak mendikte, tidak mau menang sendiri, dan sangat pintar mengembangkan potensi anak didiknya. Onizuka mampu menjadi guru tanpa jarak dengan murid-muridnya. Ia pun mampu menjadi sahabat dan dapat diandalkan.
Membaca artikel detiksport yang penuh komentar miring soal Manchester City yang berusaha menjadi klub besar, aku tergugah untuk membuat artikel pembelaan. Tak kurang Fernando Torres, David Beckham, dan Flavio Briatore (bos tim Renault di F1 dan bos Queen Park Rangers) mengutarakan ketidakpercayaan akan kekuatan uang Manchester City untuk membawa kesuksesan ke klub ini.
Pertanyaan ini langsung menghujam pikiranku begitu mataku menangkap citra sebuntel sampah yang hanyut di sungai. Kebetulan aku sedang duduk menunggu pembeli di warung mi ayamku yang di pinggir sungai sambil sesekali meneguk teh hangat dan penglihatanku menerawang ke perairan.
Kenapa ya, orang suka buang sampah di sungai? Oke, barangkali ini salah satu alasan bagus. Orang malas datang ke TPS (tempat pembuangan sampah, bukan tempat pemungutan suara) yang letaknya biasanya jauh dari pemukiman mereka hanya untuk buang sampah. Lalu mereka mencari alternatif. Tanah mangkrak yang dulu biasa disasar para pembuang sampah kurangajar ini kebanyakan sekarang dipagari atau sekedar diberi tulisan “dilarang buang sampah di sini” yang kalau tetap nekat buang sampah di situ bakal diteriaki bak maling jemuran.
Tampaknya Semarang akan mengikuti jejak Jakarta dan Yogyakarta soal busway, dengan sistem BRT yang sedang dibangun. BRT, Bus Rapid Transit, sedianya akan menjadi transportasi massal yang cepat, aman, dan nyaman. Dan sama seperti busway di Jakarta dan Jogja, BRT hanya akan berhenti di koridor-koridor tertentu yang memang disediakan khusus untuknya. Tentu tidak ada sistem “ngetem” untuk BRT.
Pernahkah Anda mengalami, ketika naik sepeda motor tiba-tiba gerimis turun? Apa yang Anda lakukan? Memacu motor Anda agar sampai ke rumah lebih cepat?
Ya, mayoritas pengendara sepeda motor akan mempercepat laju kendaraannya agar tidak kehujanan di jalan. Pengendara pun jadi makin agresif dalam mencari jalur jalan, terutama di jalan-jalan yang lalu lintasnya padat. Pikiran tentang “supaya tidak kehujanan” inilah yang memompa adrenalin mereka di atas normal. Lain halnya jika sudah kepalang basah, pengendara cenderung lebih stabil bahkan berhati-hati dalam mengontrol pergerakan mesin mereka.
Postingan kali ini masih berkaitan dengan postinganku sebelumnya, yaitu resensi tentang film Korea, Daddy Long Legs.
Aku menonton film ini tadi siang sekitar jam 1; sekarang sudah jam 10 malam, tetapi aku masih terhanyut dalam cerita film ini.
Begitu kuatnya karakter yang dimainkan, dipadu dengan cerita yang tidak “begitu-begitu saja ala sinetron Indonesia”, membuatku mampu menghayati bagaimana perasaan Young-mi yang akhirnya ditinggal mati Jun-ho sang cinta sejati, setelah berjuang begitu rupa untuk menemukan cintanya.
Pun makin diperkuat dengan karakter Jun-ho, yang mencintai Young-mi selama 10 tahun tanpa mampu mengucap sepatah kata pun, yang pada akhirnya takdir membuat mereka merasakan kebersamaan walau itu tak berlangsung lama.
Perasaan yang ditinggalkan kedua karakter padaku tak mudah hilang begitu saja. Benar-benar outstanding! Keplok-keplok buat mereka. Hore.
Tentunya kita tak asing dengan website yang menawarkan sistem untuk mendapatkan uang dari internet. Hanya bermodalkan 200 ribu rupiah Anda bisa mendapat miiaran rupiah, begitu bunyi iklannya. Website-website semacam ini…