Performa Klub Sepakbola

Melalui artikel singkat ini aku ingin mencoba menelaah tentang performa klub sepakbola yang kadang-kadang naik dan kadang-kadang turun. Satu tim sepakbola pada suatu waktu bisa menang sekian kali berturut-turut namun bisa juga pada suatu waktu mereka ini kalah berturut-turut. Aku membuat artikel ini setelah melihat hasil buruk yang diraih Juventus di 2 partai terakhirnya. Setelah menang di banyak pertandingan, performa skuad ini mulai menurun dan akhirnya menuai kekalahan, pertama di kota Udine, yang terakhir di kandang mereka sendiri. Aku pun jadi bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi.

Aku coba membandingkan dengan game simulasi Football Manager, satu-satunya tempat di mana aku bisa mengecap bagaimana rasanya menjadi seorang manajer klub sepakbola di liga-liga dunia. Jangan anggap enteng game ini, karena dengar-dengar klub Portsmouth dari Liga Premier Inggris pun mengandalkan game ini sebagai bahan referensi untuk kebijakan transfer pemain mereka. Dan kurasa memang environment game ini tak jauh berbeda dengan keadaan sebenarnya, termasuk siklus menang-kalah sebuah klub.
Aku telah memainkan game ini sejak kira-kira musim 1999/2000 sampai musim 2007/2008, dan dengan pengalaman yang cukup banyak ini aku menganggap diriku mampu membuat analisis terhadap game ini secara fair, juga tentang siklus performa yang ternyata selalu dialami oleh klub-klub dengan skuad berjumlah sedikit. Artinya, dengan jumlah pertandingan yang sangat banyak dalam setahun, setiap tim HARUS merotasi seluruh pemainnya kecuali kiper yang tak harus dirotasi jika tidak cedera. Nah dengan kebutuhan rotasi ini, berarti setiap tim butuh 23 pemain (20 pemain outfield, 1 kiper utama plus 2 kiper cadangan). Jumlah 25 pemain juga lebih baik, dengan komposisi 2 pemain outfield di masing-masing posisi, 1 kiper utama, 2 kiper cadangan, ditambah 2 pemain yang berposisi sebagai gelandang. Kenapa gelandang? Karena pemain di posisi ini rawan cedera dan rawan kelelahan.

Jika menangani tim-tim besar aku selalu menyediakan 2 set tim yang akan kuturunkan secara bergantian. Tim yang lebih kuat kusiapkan untuk pertandingan-pertandingan berat terutama Liga Champions, sedangkan 1 tim lain kusiapkan untuk melawan tim-tim lemah atau pertandingan di level kelas 2 seperti Piala Liga. Dengan sistem ini aku tidak merasakan siklus naik-turun sebuah klub, walaupun memang terkadang ada pemain-pemain yang tak bermain dengan baik, namun itu hal yang tak bisa dihindari.

Nah, kembali ke sepakbola nyata. Aku teringat pada skuad Manchester United musim 1999/2000, di mana setidaknya mereka punya 2 set penyerang: Dwight Yorke – Andy Cole dan Teddy Sheringham – Ole Gunnar Solksjaer. Dengan bekal ini ditambah Fergie babes era David Beckham, Nicky Butt, Paul Scholes, dan banyak pemainnya, MU berhasil meraih treble winner, sesuatu yang amat sulit diraih klub-klub lain.
Bagaimana dengan Juventus? Saat ini kurasa tim ini tak memiliki cukup amunisi untuk sistem rotasi. Lihat saja bagaimana sektor sayap kanan hanya tinggal Marco Marchionni tanpa Mauro Camoranesi yang cedera panjang, tak ada pemain lain yang mampu bermain baik di posisi ini. Pelatih Claudio Ranieri pun tak berani merotasi pemain di posisi gelandang tengah yang selalu diisi Pavel Nedved – Momo Sissoko – Cristiano Zanetti selain Marchionni tentunya, jika keempat pemain ini fit. Tak ada rotasi pula terjadi di ujung tombak yang sekarang selalu dihuni oleh duet Del Piero – Amauri. Posisi bek kiri? Jangan ditanya. Sang pelatih hanya mempercayai satu orang di sektor itu.
Keadaan cukup berbeda dialami oleh Inter Milan yang memiliki stok pemain cukup tebal, terutama untuk bagian tengah dan depan skuad mereka. Tak kurang Adriano, Ibra, Balotelli, Crespo, dan Cruz, harus bersaing memperebutkan posisi striker. Para gelandang lebih lagi. Dan selama 3 tahun mereka menguasai papan teratas Seri A!

Memang sistem rotasi tak selamanya menjadi faktor penentu kesuksesan sebuah tim, namun kurasa rotasi pemain menjadi sesuatu yang wajib dilakukan pada sepakbola modern yang berjadwal padat, demi menjaga konsistensi permainan seluruh tim.

4 Comments

  1. Athrun said:

    analisis menarik… tapi untuk mendapatkan stok pemain yang bisa dirotasi butuh kantong yang cukup tebal donk??

    Semoga Juve bisa bangkit lagi….

    2 February 2009
    Reply
    • admin said:

      hehe. memang sih 🙂

      2 February 2009
      Reply
  2. septo said:

    wah maen FM juga to mas?
    hahhayyy sama, yg 2009 ni maen ga? pas awal musim jadi lebih sering dapet cedera,
    bisa untuk ngetes kemampuan rotasi pemain,

    2 February 2009
    Reply
    • admin said:

      yang baru blm sempet main. maklum lagi dinas 😀

      lagian PC ku jadul bgt T_T

      3 February 2009
      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.