Jumat, 30 Januari 2009
Hari kerja terakhir minggu ini. Yippi! Aku berencana pulang nanti sore, tentunya setelah semua tugas terselesaikan. Sedari pagi aku menyiapkan berbagai barang yang harus kubawa pulang, termasuk yang terutama pakaian-pakaian kotor yang harus dicuci dan buku ideku. Harapanku sore nanti hujan tak turun agar perjalanan tak terlalu berat.
Jam-jam kerja kulalui dengan menyenangkan. Setelah kemarin aku menemukan seorang ibu yang secara sukarela berbagi ilmu tentang SPT PPN masa, hari ini aku berkesempatan berhadapan dengan setumpuk besar berkas SPT PPN yang hars direkam. Tentu saja sembari belajar.
Namun aku tak habis pikir. Kesibukan kerja sepertinya tak dianggap cukup banyak buat para peserta magang hingga pusat mengirimkan segepok modul dan tugas yang harus dikerjakan melalui e-learning. Dan aku tak punya cara lain selain mengerjakan tugas ini dengan memakai komputer kantor di jam kantor. Koneksi internet pun juga jadi kendala karena sejatinya kantor pajak hanya punya intranet untuk berhubungan dengan server pusat.
Kesulitan-kesulitan sebagai pemagang tak menyurutkan semangatku untuk mudik ke Semarang. Mendung mulai mengepung, aku tak peduli, dan mulai membuka katup gas Shogun 125, meluncur ke jalanan Pekalongan – Semarang.
Perjalalan kulalui dengan cukup berat karena meskipun tak ada hujan deras, beceknya jalan membuat lumpur muncrat ketika tergilas roda kendaraan-kendaraan berkecepatan tinggi, akibatnya seluruh tubuhku dipenuhi lumpur, terutama kaca helm dan kaca lampu yang membuat jarak pandang makin berkurang. Jalur Alas Roban lagi-lagi jadi kendala utama dengan pekatnya gelap jalan tanpa lampu penerang.
Perjalanan terasa lebih ringan ketika memasuki kota Kendal yang berlampu jalan cukup baik, dan hingga sampai ke rumah tak ada lagi kendala yang cukup berarti.
Ah… home sweet home.
Be First to Comment