Pernahkah Anda mengalami, ketika naik sepeda motor tiba-tiba gerimis turun? Apa yang Anda lakukan? Memacu motor Anda agar sampai ke rumah lebih cepat?
Ya, mayoritas pengendara sepeda motor akan mempercepat laju kendaraannya agar tidak kehujanan di jalan. Pengendara pun jadi makin agresif dalam mencari jalur jalan, terutama di jalan-jalan yang lalu lintasnya padat. Pikiran tentang “supaya tidak kehujanan” inilah yang memompa adrenalin mereka di atas normal. Lain halnya jika sudah kepalang basah, pengendara cenderung lebih stabil bahkan berhati-hati dalam mengontrol pergerakan mesin mereka.
Yang kuamati adalah ketika keadaan “nanggung” – tidak kering namun belum basah benar – ini terjadi, di mana cuaca kering lalu terjadi gerimis, orang cenderung ingin mempertahankan keadaan kering tubuhnya dengan berbagai harapan seperti agar tidak kena flu, agar pakaian tidak kotor, atau alasan-alasan lainnya.
Berbeda dengan ketika pengendara sudah benar-benar kehujanan, maka yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya sampai di tempat tujuan dengan selamat; kena flu atau pakaian kotor itu masalah nanti.
Nah, pelajaran yang dapat dipetik dari bahasan kali ini adalah agar kita lebih berhati-hati saat gerimis turun karena lalu lintas akan makin liar. Memperlambat kendaraan atau berteduh sejenak bisa menjadi solusi berkendara aman saat gerimis datang.
aku pernah tabrakan gara2 ngejar supaya gk kehujanan 😀
alhasil, motorku mondok hampir sebulan
akunya untung enggak 😀
berteduh memang bagus, tapi jangan di tengah jalan di bawah jembatan/ jalan layang, bikin macet. biarlah motornya diparkir di pinggir jalan, kan gak apa motor kehujanan, orangnya bisa berteduh ditempat yang teduh dipinggir jalan, yang penting orangnya bisa berteduh kan?