Pertanyaan ini langsung menghujam pikiranku begitu mataku menangkap citra sebuntel sampah yang hanyut di sungai. Kebetulan aku sedang duduk menunggu pembeli di warung mi ayamku yang di pinggir sungai sambil sesekali meneguk teh hangat dan penglihatanku menerawang ke perairan.
Kenapa ya, orang suka buang sampah di sungai? Oke, barangkali ini salah satu alasan bagus. Orang malas datang ke TPS (tempat pembuangan sampah, bukan tempat pemungutan suara) yang letaknya biasanya jauh dari pemukiman mereka hanya untuk buang sampah. Lalu mereka mencari alternatif. Tanah mangkrak yang dulu biasa disasar para pembuang sampah kurangajar ini kebanyakan sekarang dipagari atau sekedar diberi tulisan “dilarang buang sampah di sini” yang kalau tetap nekat buang sampah di situ bakal diteriaki bak maling jemuran.
Lantas, kenapa sungai? Karena sungai adalah tanah tak bertuan. Lagipula arus air akan membawa sampah mereka “otomatis” menghilang dari pandangan. Tapi barangkali orang tak tahu bahwa sungai punya nyawa, yang kalau ditimbuni terus dengan sampah ia akan mengamuk dengan dahsyatnya, membalas mereka dengan mengirim air kotor, sampah, penyakit, dan lumpur ke rumah-rumah mereka….
Be First to Comment