Iseng-iseng aku bikin plugin gratis untuk menampilkan Bible random verse (ayat Alkitab) berbahasa Indonesia yang terinspirasi dari alkitab.otak.info. Nah, wordpress plugin yang kubuat ini memiliki proses instalasi yang mudah. Syaratnya, Anda harus memiliki wordpress yang terpasang dalam hosting Anda sendiri. Download gratis file plugin Bible random verse Indonesia dahulu, kemudian upload dan ekstrak plugin tersebut yang hanya memiliki 1 file, yakni bible-random-verse-indonesia.php. Letakkan file tersebut di wp-content/plugins.
Category: <span>Programming</span>
Mari sedikit bermain-main dengan situs ramal iseng ask.ralarash.com. Kenapa iseng? Karena jawabannya random. Yep, random. Kalau Anda sedikit paham skrip, silakan periksa baris perintah yang ada dalam ask.ralarash.com, kebetulan dibangun menggunakan Javascript.
var rand=Math.floor(Math.random()*37);
var x=arr[rand];
showText(x);
Baris pertama menunjukkan random antara 0 – 36 (ada 37 angka) dan disimpan dalam variabel rand.
Baris kedua nilai array (arr) ke-rand disimpan dalam variabel x.
Baris ketiga memunculkan teks yang ada dalam variabel x.
Nah, apa saja kemungkinan jawaban yang mungkin muncul? Penasaran? Mari kita simak.
Di sela-sela pekerjaan clerical, saya menyempatkan diri membuat sedikit kode untuk bertukar link blog / website. Selain untuk menyalurkan keisengan, juga bisa untuk riset pengaruh link pada SEO yang biasanya…
Beberapa hari ini aku sadar, ternyata kode instalasi untuk program brokerage linkadage yang kubuat itu udah nggak jalan. My mistake 😀 Postingan tentang plugin brokerage linkadage sebelumnya ada di sini,…
Firebird sudah jadi favoritku untuk kategori database, dan makin jadi kesukaan karena terdapat fasilitas penambahan fungsi-fungsi eksternal. Terkadang dalam stored procedure kita harus mencari tanggal beberapa tahun ke depan, atau…
Jika kita bicara basis data secara mendalam, kita tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang integritas referensial (referential integrity) yang “mengikat” data-data antartabel. Integritas referensial menjamin data-data yang di-refer (dirujuk) oleh…
Sudah hampir jam 12 malam, aku baru saja bisa memecahkan masalah yang beberapa kali terjadi saat instalasi komponen baru untuk Delphi.
Ketika komponen selesai di-build dan diinstal, muncul error
—————————
delphi32.exe – Unable To Locate Component
—————————
This application has failed to start because ****.bpl was not found.
Re-installing the application may fix this problem.
Gambar error bisa dilihat di bawah, namun dengan file bpl yang berbeda
SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa implementasi dari basis data relasional hasil penelitian IBM. Bahasa SQL terdiri atas sekelompok fasilitas untuk mendefinisikan, memanipulasi, dan mengontrol data dalam basis data relasional.
Bab ini membatasi diri pada penggunaan SQL untuk memasukkan data dalam tabel, memanipulasi data yang ada dalam sebuah tabel maupun antartabel, mengupdate data, dan menghapus data.
Pendekatan Pemodelan Data
Penyusunan basis data selalu didahului dengan pekerjaan pemodelan data. Pendekatan pemodelan data dapat dilakukan dengan identifikasi atribut dari realita yang akan disusun dalam basis data. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun kombinasi dari atribut-atribut yang telah dipilih ke dalam bentuk tabel-tabel normal. Cara ini disebut dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up approach), di mana penyusunan basis data dimulai dari data dasar yaitu berupa atribut.
Pemodelan data dengan pendekatan dari bawah ke atas dapat memperoleh hasil yang baik jika diterapkan untuk perancangan basis data yang relatif sederhana, yaitu dengan jumlah data atribut tidak terlalu banyak. Sedangkan dalam kenyataan basis data yang akan disusun mencakup banyak atribut, mungkin ratusan atau bahkan ribuan jumlahnya, dan kemungkinan antaratribut terdapat hubungan lebih dari satu jenis.
Jika terdapat banyak atribut yang akan disusun dalam emodelan basis data, maka akan menyulitkan untuk menentukan fungsi ketergantungan antaratribut. Hal ini terutama bila terjadi determinan komposit antaratribut. Oleh karena itu perlu dilakukan penyederhanaan prosedur pemodelan data. Dalam hal ini pengadministrasi basis data tidak akan memandang pada jumlah atribut yang banyak, tetapi lebih cenderung memperhatikan jenis entiti, seperti entiti mahasiswa, dosen, dan sebagainya, baru kemudian ditentukan jenis atribut yang bersesuaian dengan entiti yang dipilih. Pemodelan data cara ini disebut dengan pendekatan dari atas ke bawah (top-down approach).
Pengertian Tabel
Dalam arsitektur tiga-skema, deskripsi model konseptual tidak hanya terpisah dengan SMBD yang digunakan, tetapi juga harus terpisah dengan penggunaan sistem komputer. Oleh karena itu, dalam model konsepsual lebih baik dihindarkan adanya peristilahan yang berkonotasi dengan sistem komputer (skema internal), misal istilah berkas (file) dan rekaman (record).
Model konsepsual harus memandang data dengan logika yang paling sederhana. Cara ini ditempuh dengan membuat blok data dasar untuk mengorganisasi kelompok data. Blok data dasar yang paling umum digunakan dalam sistem basis data adalah tabel (table) atau disebut juga relasi (relation). Dalam hal ini, untuk pembicaraan selanjutnya digunakan istilah tabel.