Secara umum, sistem yang besar membutuhkan penanganan yang berbeda. Hal ini berlaku pula untuk instalasi CMS WordPress yang telah settle atau memiliki cukup banyak pengunjung tiap harinya. WordPress memiliki banyak keunggulan dibanding produk-produk serupa lainnya, namun sayang sekali memiliki beberapa kelemahan.
Tag: <span>database</span>
Proses desain basis data merupakan salah satu yang paling dasar dilakukan sebelum membuat aplikasi basis data. Dalam perencanaannya, kita bisa memilah-milah data menjadi entitas-entitas, atribut, dan relasi. Kita bisa membaca banyak sekali saran-saran maupun metode-metode dalam penyusunan desain ini, tetapi permasalahan akan semakin bertambah apabila kita harus membuat aplikasi baru dari data yang sudah ada.
Jika kita bicara basis data secara mendalam, kita tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang integritas referensial (referential integrity) yang “mengikat” data-data antartabel. Integritas referensial menjamin data-data yang di-refer (dirujuk) oleh…
SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa implementasi dari basis data relasional hasil penelitian IBM. Bahasa SQL terdiri atas sekelompok fasilitas untuk mendefinisikan, memanipulasi, dan mengontrol data dalam basis data relasional.
Bab ini membatasi diri pada penggunaan SQL untuk memasukkan data dalam tabel, memanipulasi data yang ada dalam sebuah tabel maupun antartabel, mengupdate data, dan menghapus data.
Pendekatan Pemodelan Data
Penyusunan basis data selalu didahului dengan pekerjaan pemodelan data. Pendekatan pemodelan data dapat dilakukan dengan identifikasi atribut dari realita yang akan disusun dalam basis data. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun kombinasi dari atribut-atribut yang telah dipilih ke dalam bentuk tabel-tabel normal. Cara ini disebut dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up approach), di mana penyusunan basis data dimulai dari data dasar yaitu berupa atribut.
Pemodelan data dengan pendekatan dari bawah ke atas dapat memperoleh hasil yang baik jika diterapkan untuk perancangan basis data yang relatif sederhana, yaitu dengan jumlah data atribut tidak terlalu banyak. Sedangkan dalam kenyataan basis data yang akan disusun mencakup banyak atribut, mungkin ratusan atau bahkan ribuan jumlahnya, dan kemungkinan antaratribut terdapat hubungan lebih dari satu jenis.
Jika terdapat banyak atribut yang akan disusun dalam emodelan basis data, maka akan menyulitkan untuk menentukan fungsi ketergantungan antaratribut. Hal ini terutama bila terjadi determinan komposit antaratribut. Oleh karena itu perlu dilakukan penyederhanaan prosedur pemodelan data. Dalam hal ini pengadministrasi basis data tidak akan memandang pada jumlah atribut yang banyak, tetapi lebih cenderung memperhatikan jenis entiti, seperti entiti mahasiswa, dosen, dan sebagainya, baru kemudian ditentukan jenis atribut yang bersesuaian dengan entiti yang dipilih. Pemodelan data cara ini disebut dengan pendekatan dari atas ke bawah (top-down approach).
Pengertian Tabel
Dalam arsitektur tiga-skema, deskripsi model konseptual tidak hanya terpisah dengan SMBD yang digunakan, tetapi juga harus terpisah dengan penggunaan sistem komputer. Oleh karena itu, dalam model konsepsual lebih baik dihindarkan adanya peristilahan yang berkonotasi dengan sistem komputer (skema internal), misal istilah berkas (file) dan rekaman (record).
Model konsepsual harus memandang data dengan logika yang paling sederhana. Cara ini ditempuh dengan membuat blok data dasar untuk mengorganisasi kelompok data. Blok data dasar yang paling umum digunakan dalam sistem basis data adalah tabel (table) atau disebut juga relasi (relation). Dalam hal ini, untuk pembicaraan selanjutnya digunakan istilah tabel.
Model Data, Skema, dan Instan
Karakteristik utama pendekatan basis data adalah adanya beberapa tingkatan dalam abstraksi data dengan menyembunyikan spesifikasi detail penyimpanan data. Hal ini dilakukan karena kebanyakan pemakai tidak berkepentingan dengan detail penyimpanan data. Pemodelan data merupakan sarana untuk melakukan proses abstraksi data. Model data merupakan sejumlah konsep yang digunakan untuk membuat deskripsi struktur basis data.
Dengan deskripsi struktur basis data dapat ditentukan jenis data, hubungan (relationship), dan konstrain data yang harus ditangani. Kebanyakan model data juga membuat spesifikasi untuk operasi dasar (basic operation) dalam pengaksesan dan pembaharuan data pada basis data. Pada perkembangan terakhir dikenal juga istilah tabiat data (data behaviour) pada pemrograman pendekatan orientasi obyek (object oriented). Pada tabiat data didefinisikan operasi yang dapat dilakukan pada data. Selain itu didefinisikan pula operas secara umum untuk melakukan penambahan data, penghapusan, pengambilan terhadap obyek.
Pembicaraan basis data tidak dapat dipisahkan dengan teknologi komputer, karena teknologi basis data dan komputer berkembang beriringan. Perkembangan teknologi pengelolaan basis data mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan penggunaan komputer. Sebagai contoh, pemakaian teknologi basis data dalam pengelolaan data yang berjumlah besar untuk keperluan bisnis, keteknikan, pendidikan, kesehatan, hukum, perpustakaan, dan sebagainya, akan sangat efisien bila komputer digunakan. Namun demikian, sebelum melangkah pada pembicaraan lebih lanjut, terlebih dahulu perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan istilah basis data.