MODEL HUBUNGAN ANTARENTITI DALAM BASIS DATA

Pendekatan Pemodelan Data
Penyusunan basis data selalu didahului dengan pekerjaan pemodelan data. Pendekatan pemodelan data dapat dilakukan dengan identifikasi atribut dari realita yang akan disusun dalam basis data. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun kombinasi dari atribut-atribut yang telah dipilih ke dalam bentuk tabel-tabel normal. Cara ini disebut dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up approach), di mana penyusunan basis data dimulai dari data dasar yaitu berupa atribut.
Pemodelan data dengan pendekatan dari bawah ke atas dapat memperoleh hasil yang baik jika diterapkan untuk perancangan basis data yang relatif sederhana, yaitu dengan jumlah data atribut tidak terlalu banyak. Sedangkan dalam kenyataan basis data yang akan disusun mencakup banyak atribut, mungkin ratusan atau bahkan ribuan jumlahnya, dan kemungkinan antaratribut terdapat hubungan lebih dari satu jenis.
Jika terdapat banyak atribut yang akan disusun dalam emodelan basis data, maka akan menyulitkan untuk menentukan fungsi ketergantungan antaratribut. Hal ini terutama bila terjadi determinan komposit antaratribut. Oleh karena itu perlu dilakukan penyederhanaan prosedur pemodelan data. Dalam hal ini pengadministrasi basis data tidak akan memandang pada jumlah atribut yang banyak, tetapi lebih cenderung memperhatikan jenis entiti, seperti entiti mahasiswa, dosen, dan sebagainya, baru kemudian ditentukan jenis atribut yang bersesuaian dengan entiti yang dipilih. Pemodelan data cara ini disebut dengan pendekatan dari atas ke bawah (top-down approach).

Pemodelan Hubungan Antarentiti
Pemodelan hubungan antarentiti (entity-relationship) pertama kali diperkenalkan oleh Chen (1976) dan telah dikembangkan lebih lanjut oleh para ahli perancangan basis data. Cara pemodelan data ini merupakan salah satu dari implementasi pendekatan dari atas ke bawah yang paling umum digunakan. Dalam pemodelan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
• Memilih entiti-entiti yang akan disusun dalam basis data dan tentukan hubungan antarentiti yang telah dipilih.
• Melengkapi atribut-atribut yang sesuai pada entiti dan hubungan sehingga diperoleh bentuk tabel normal penuh (tabel-tabel ternomalisasi).
Untuk menggambarkan terjadinya hubungan antarentiti digunakan diagram hubungan antarentiti (entity-relationship diagram) yang biasa disingkat dengan E-R diagram. Notasi yang digunakan untuk menggambarkan E-R diagram adalah:
• Segiempat menggambarkan entiti
• Belah ketupat menggambarkan hubungan
• Elips atau lingkaran menggamberkan atribut

Derajat Partisipasi Hubungan
Hubungan antarentiti akan menyangkut dua komponen yang menyatakan jalinan ikatan yang terjadi, yaitu derajat dan partisipasi hubungan. Derajat hubungan menyatakan jumlah anggota entiti yang terlibat di dalam ikatan yang terjadi. Dalam hal ini ikatan yang terjadi akan membentuk instan hubungan (relationship instances, relationship occurences). Sedangkan partisipasi hubungan menyatakan sifat keterlibatan tiap anggota entiti dalam ikatan terjadinya hubungan.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.