Kali ini aku pusing. Tak bisa mendeteksi jenis virus yang menyerang PC rumah yang sekarang kupakai ini.
Coba lihat gambar.
Author: <span>admin</span>
Di sini virus, di sana virus, di mana-mana kok ada virus
Asli, aku baru nyadar kalau aku terkepung virus. Virus komputer tepatnya.
Udah sejak hari Senin sampai Jumat aku berkutat dengan komputer-komputer kantor yang terserang virus hingga stadium akhir alias nyaris matot, mati total. Awalnya modalku cuma killermachine dan task manager. Begitu task manager di-disable dan programnya di-protect, habis sudah. Aku mencoba mencari alternatif-alternatif solusi. Salah satu yang terpikirkan adalah memancing virus menggandakan diri ke flashdisk saktiku yang punya tombol lock (write lock), harapannya tentu virus ini adalah jenis virus jalang yang suka bereproduksi via removable storage, tentunya.
Aku mendapatkan apa yang kumau setelah beberapa kali percobaan. Ada 1 file yang (akhirnya) dapat kutetapkan sebagai sampel. Setelah itu aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan, karena lagi-lagi killermachine mengecewakanku. Sampel yang kudapat tak mampu menjadi referensi yang bagus untuk mencari file induk virus. Sigh…
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
Kemarin aku iseng-iseng mendaftarkan diri ke program jualan link yang disediakan oleh Brokerage.Linkadage.com
Sebenarnya sih aku udah ikut beberapa program yang serupa dengan milik Brokerage.Linkadage.com, hanya saja aku ingin mencoba meraih pangsa pasar yang lebih luas dengan menjadi member banyak program.
Sekarang lagi hot-hotnya berita tentang pembunuhan Nasrudin dengan tersangka Antasari Azhar, nah salah satu motif yang diduga adalah tentang kisah cinta segitiga antara mereka berdua dengan seorang gadis bernama Rani Juliani.
Aku sungguh tercengang ketika sekilas melihat siaran televisi tentang berita Antasari Azhar, ketua KPK, yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Nasrudin direktur sebuah BUMN gara-gara seorang wanita. Sungguh tak disangka.
KPK telah membangun reputasi luar biasa dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Di setiap kesempatan, lembaga ini menekankan pentingnya memerangi korupsi, bahkan ketika pengarahan pegawai baru Departemen Keuangan pun, KPK menghadiahi kami masing-masing sebuah buku tentang korupsi dan pin “Aku bukan koruptor”.
Di sinilah aku sekarang. Di Kantor Pajak Pekalongan. Nama resminya sih Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekalongan, atau sering disingkat KPP Pratama Pekalongan. Walau sudah disingkat, bagiku nama itu masih saja terasa terlalu panjang.
Aku sedang duduk di depan LCD mewah dalam ruangan dingin ber-AC yang terang benderang. Nyaman. Sepi. Orang-orang sedang keluar makan siang. Aku sedang teringat pada berita tadi pagi yang kutonton di TV, tahun ini bakal ada PHK besar-besaran. Dikatakan, ratusan ribu orang sudah di-PHK, dan akan menyusul beberapa puluh juta orang lagi untuk di-PHK. Bayangkan….
