Me vs Virus

Di sini virus, di sana virus, di mana-mana kok ada virus

Asli, aku baru nyadar kalau aku terkepung virus. Virus komputer tepatnya.
Udah sejak hari Senin sampai Jumat aku berkutat dengan komputer-komputer kantor yang terserang virus hingga stadium akhir alias nyaris matot, mati total. Awalnya modalku cuma killermachine dan task manager. Begitu task manager di-disable dan programnya di-protect, habis sudah. Aku mencoba mencari alternatif-alternatif solusi. Salah satu yang terpikirkan adalah memancing virus menggandakan diri ke flashdisk saktiku yang punya tombol lock (write lock), harapannya tentu virus ini adalah jenis virus jalang yang suka bereproduksi via removable storage, tentunya.
Aku mendapatkan apa yang kumau setelah beberapa kali percobaan. Ada 1 file yang (akhirnya) dapat kutetapkan sebagai sampel. Setelah itu aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan, karena lagi-lagi killermachine mengecewakanku. Sampel yang kudapat tak mampu menjadi referensi yang bagus untuk mencari file induk virus. Sigh…

Aku terus browsing dengan keyword yang kuvariasi. Aku menemukan beberapa file, di antaranya file berekstensi .pif dan autorun.inf yang muncul di flashdisk. Isi autorun kubuka dan kujadikan keyword. Hasilnya tak bagus. Aku kesasar, kukira virus ini bernama virus autorun.
Sampai suatu waktu aku sampai di link file scanner kaspersky. Aha, aku mencoba memasukkan file sampelku dan akhirnya keluarlah hasilnya.

Sality

Aku pernah berurusan dengan sality, tapi tak sampai segini parah. Aku mendapatkan referensi di sini untuk mendownload removernya di sini. Great, remover bekerja dengan baik. Sistem komputer pun tak terlalu parah kerusakannya.

Pasien kedua datang.
Kali ini lebih parah, booting tak mampu mencapai desktop. Pusing aku. Seniorku menyarankanku untuk men-scan-nya hard disknya di komputer lain sebagai slave. Betul juga, pikirku. Segera aku menyiapkan komputerku yang kulengkapi dengan KIS, Kaspersky Internet Security 7 yang langsung kuupdate hingga latest database version.
Scanning pun berjalan baik dengan hampir seribu file yang terjangkit mampu di-disinfect. Kucoba booting, berhasil masuk desktop.

Masalah tak berhenti sampai di situ. Setelah masuk desktop ternyata nge-hang tanpa bisa diapa-apakan. Parah nih, pikirku.
Namn lagi-lagi seniorku mengingatkanku bahwa ada tombol sakti F11 milik Lenovo yang dapat digunakan untuk me-restore sistem tanpa menghapus file dokumen. Mirip system restore-nya Windows. Yay, sukses.
Komputer langsung kulindungi dengan KIS dan database-updated.

Pasien ketiga, Oh My GOD!!!
Dengan pengetahuan-virusku-yang-seakan-akan-melambung-tinggi, aku men-scan harddisk sebagai slave dengan KIS. Hasilnya? 1200-an file teridentifikasi terjangkit virus tanpa satupun yang mampu di-disinfect. Tak satupun!
Aku melihat-lihat log-nya, ternyata ada worm Kido di situ, berbentuk autorun.inf. Hasil browsingan juga menunjukkan bahwa file autorun ini menyebabkan harddisk seperti read-only, file-file di dalamnya tak bisa dimodifikasi. Aku mencoba mencari cure-nya, tetapi ternyata komputer sudah diminta si empunya mesin, jadi operasi tak bisa dilaksanakan. Karena hari sudah Jumat sore, aku bersiap turing pulang ke Semarang.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.