The Pursuit of Happyness (2006)

Don’t ever let someone tell you that you can’t do something. Not even me.
You got a dream, you gotta protect it.
When people can’t do something themselves, they’re gonna tell you that you can’t do it.
You want something, go get it. Period.

Ketika aku lelah dalam usahaku mengejar kebahagiaan, aku kembali berkaca pada film ini. Ketika kegagalan dan kemiskinan menjadi pelecut semangat, aku harus bisa. AKU PASTI BISA!

Untuk mencapai keberhasilan, setiap orang dituntut untuk melakukan usaha terbaik. Setiap orang dituntut mengeluarkan seluruh keringat dan bahkan air mata untuk menggapai kesuksesan. Tak terkecuali Chris Gardner (Will Smith). Diangkat dari kisah nyata, film ini benar-benar memberi gambaran jalan kesuksesan yang begitu berliku.
Chris Gardner hanyalah seorang salesman alat kesehatan berharga mahal. Setiap alat harus dijualnya untuk menghidupi keluarganya selama 4 minggu, lalu ia harus menjual alat yang lain lagi. Usaha ini dianggap gagal oleh istrinya, yang menganggapnya membawa keluarga kecil itu ke ambang kemiskinan. Dan memang, pada suatu waktu, Chris Gardner benar-benar bangkrut dan harus tidur di toilet subway, bersama si kecil Christopher anaknya.

Setitik harapan muncul ketika ia diterima internship di sebuah perusahaan pialang saham dan konsultan keuangan, namun peluang itu dibayarnya dengan usaha yang jauh lebih berat lagi. Betapa ia harus berjuang jauh lebih keras dari orang-orang lain demi mendapat tempat tidur layak di malam hari, demi mendapat uang untuk makan baginya dan bagi Christopher, sementara istrinya telah meninggalkannya, pindah ke New York.

Segala penderitaan dan pengalaman pahit sudah seharusnya menjadi cambuk bagi kita untuk berusaha lebih keras lagi, bukan menjadi halangan yang mengantar kita pada kegagalan yang lebih besar namun masa depan yang lebih cerah. Segala usaha tak akan jadi sia-sia. Dengan perjuangannya selama internship, pada akhirnya ia mendapat pekerjaan sebagai seorang pialang saham dengan gaji besar, maka dimulailah cerita kesuksesannya, dari kesuksesan kepada kesuksesan yang lebih besar.

Film ini tidak hanya untuk dinikmati, namun diresapi dan dimaknai sebagai guru hidup bagi kita, bahwa usaha keras akan membawa kita pada keberhasilan. Kita hanya perlu memegang keyakinan akan harapan kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang membawa kita pada kebahagiaan yang kita harapkan di masa depan.

What do you want? Go get it. Period.

the pursuit of happyness

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.