Pengertian Tabel
Dalam arsitektur tiga-skema, deskripsi model konseptual tidak hanya terpisah dengan SMBD yang digunakan, tetapi juga harus terpisah dengan penggunaan sistem komputer. Oleh karena itu, dalam model konsepsual lebih baik dihindarkan adanya peristilahan yang berkonotasi dengan sistem komputer (skema internal), misal istilah berkas (file) dan rekaman (record).
Model konsepsual harus memandang data dengan logika yang paling sederhana. Cara ini ditempuh dengan membuat blok data dasar untuk mengorganisasi kelompok data. Blok data dasar yang paling umum digunakan dalam sistem basis data adalah tabel (table) atau disebut juga relasi (relation). Dalam hal ini, untuk pembicaraan selanjutnya digunakan istilah tabel.
Komponen tabel
Penggunaan tabel bertujuan untuk menyederhanakan logika pandangan terhadap data. Oleh karena itu dibuat beberapa ketentuan dalam penyusunan tabel sebagai berikut:
• Urutan baris tidak diperhatikan, sehingga pertukaran baris tidak akan berpengaruh terhadap isi informasi pada tabel.
• Urutan kolom tidak diperhatikan. Identifikasi kolom dibedakan dengan jenis atribut.
• Tiap perpotongan baris dan kolom hanya berisi nilai atribut tunggal, sehingga nilai atribut ganda tidak diperbolehkan.
• Tiap baris dalam tabel harus dibedakan, sehingga tidak mungkin ada dua beris dalam tabel mempunyai nilai atribut yang sama secara keseluruhan.
Tabel normal
model konsepsual dalam penyusunan basis data tidak hanya terdiri atas satu tabel, melainkan banyak tabel dalam satu kesatuan pandangan data. Kelompok tabel yang memenuhi ketentua tabel normal disebut tabel normal penuh (fully normalised tables).
Data Rangkap dan Data Duplikasi
Salah satu keuntungan menggunakan pendekatan basis data adalah konsistensi data selalu terjaga. Hal ini dapat tercapai kalau data yang disimpan dalam basis data terhindar dari adanya data rangkap (redundant data). Sebelum melangkah pada pembicaraan lebih lanjut kiranya perlu dibedakan antara data duplikasi (duplicated data) dan data rangkap.
Data duplikasi terjadi apabila satu atribut mempunyai dua atau lebih nilai yang sama. Sedangkan nilai data dikatakan data rangkap adalah dalam satu atribut mempunyai dua atau lebih nilai yang sama, tetapi apabila salah satu nilai dihapus, maka tidak ada informasi yang hilang. Atau dengan kata lain, data rangkap merupakan data duplikasi yang tidak perlu terjadi.
Aturan Data
Terjadinya data rangkap hanya diamati dari nilai data yang ada pada setiap instan tabel. Oleh karena data dalam basis data itu bersifat dinamis atau setiap saat dapat terjadi penambahan, penghapusan, atau revisi data, maka hanya dengan cara pengamatan data saja tidak akan memberikan hasil yang akurat pada proses model konsepsual. Salah satu cara pendekatan analisis data agar data dalam basis data memenuhi aturan penyusunan tabel adalah dengan membuat aturan data dalam basis data (enterprise rules).
Proses Normalisasi Tabel
Basis data tidak hanya terdiri atas satu tabel saja, melainkan banyak tabel. Gabungan tabel-tabel dalam basis data disusun sesuai ketentuan penyusunan tabel (tabel normal) dan antartabel saling berhubungan serta terbebas dari adanya data rangkap. Kondisi tabel demikian dikatakan sebagai tabel normal penuh.
Proses pembentukan tabel normal penuh (normalisasi) bertujuan untuk:
• Membuat sekecil mungkin terjadinya data rangkap
• Menghindarkan adanya data yang tidak konsisten terutama bila dilakukan penghapusan atau penambahan data sebagai akibat adanya data rangkap
• Menjamin bahwa identitas tabel secara tunggal sebagai determinan semua atribut.
Bentuk-bentuk tabel normal
Proses normalisasi tabel secara umum dibagi menjadi lima tahap, sehingga dikenal bentuk-bentuk tabel normal sesuai dengan tahapan normalisasi yang telah dilakukan, yaitu bentuk normal pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima.
Bentuk normal pertama dicapai bila tiap nilai atribut adalah tunggal. Kondisi ini dapat diperoleh dengan melakukan eliminasi terjadinya data ganda (repeating groups). Pada kondisi normal pertama ini kemungkinan masih terjadi adanya data rangkap.
Bentuk normal kedua dicapai bila atribut yang dijadikan identitas benar-benar sebagai determinan dari semua atribut. Bentuk normal kedua diperoleh dengan bantuan diagram determinansi atau manipulasi data tabel pada kondisi bentuk normal pertama
Bentuk normal ketiga adalah bentuk normal kedua tanpa terjadi adanya ketergantungan transitif (transitif determinan). Kondisi ini sama dengan tabel normal Boyce/Codd, namun masih diperlukan pemilihan identitas tunggal bila terdapat beberapa kandidat untuk dijadikan identitas.
Bentuk normal keempat adalah tabel bentuk normal ketiga dengan nilai atribut tidak tergantung pada banyak nilai (multi-value determiancies). Sedangkan bentuk normal kelima berhubungan dengan apa yang disebut ketergantungan pada gabungan beberapa atribut (join dependency). Kasus ini dalam praktek jarang ditemukan, sebab secara nyata akan disusun suatu tabel dengan atribut-atribut yang ditentukan dengan satu identitas.
wah ini sangat berguna makasih ya mas
ada contoh gambarnya ga om??
tolong kirimin donk keemail saya…
nightmare0728@rocketmail.com
minta gambar tabel pariabel makaci