Pada dasarnya, laptop memiliki form factor dan desain yang sangat berbeda dengan komputer desktop. Tentu kita bisa melihat dengan jelas dari sisi ukuran. Dengan ukuran yang compact, tentu saja laptop tidak memiliki ruang untuk sirkulasi udara yang leluasa seperti halnya pada desktop. Pun ruang yang sempit pada laptop menyebabkan kita tidak dapat menambahkan kipas untuk mengurangi panas berlebih yang dihasilkan oleh mesin.
Dengan demikian, beban kerja pembuangan panas hanya bertumpu pada kipas prosesor dan beberapa panel heatsink. Itulah sebabnya kita harus memberi perhatian lebih pada si kipas prosesor, terutama kita yang bekerja di lingkungan berdebu. Tentu saja debu akan menghambat putaran kipas yang lama-kelamaan akan merusak kipas.

Sumber gambar : udydarmawan.blogspot.com
Kita harus memperhatikan kondisi kipas, dan cara termudah adalah dengan mendengarkan tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh kipas. Semakin bising kipas, maka kemungkinan kipas sudah kotor, dan direkomendasikan untuk mulai membersihkan kipas. Namun membersihkan kipas prosesor laptop tidak mudah, karena pada banyak merek kita harus melepas banyak bagian laptop sebelum menjangkau kipas. Oleh karena itu Anda dapat memanfaatkan jasa servis yang punya pengalaman yang baik dalam membongkar pasang laptop Anda sehingga peluang kerusakan bisa diminimalisasi.
pengen daftar
keereen , tapi gue kagak bisaa daftarnya
sam sam