Critical Eleven – Ika Natassa

SPOILER ALERT

Bila Anda ingin tahu cara wanita menghadapi konflik, baca novel ini sampai tuntas.

Begitulah kesimpulan saya setelah melahap buku ini. Sebelumnya saya tertarik pada karya Ika Natassa yang satu ini karena diangkat ke layar lebar, yang sepertinya tidak lama lagi akan tayang di bioskop-bioskop tanah air.

Buku ini murni bercerita tentang sepasang suami istri yang berjuang dalam konflik berkepanjangan akibat matinya anak yang dalam kandungan Tanya “Anya” Baskoro, sang istri. Aldebaran “Ale” Risjad si suami, sekali waktu pernah melontarkan sebuah kalimat yang bernada menyalahkan Anya karena terlalu sibuk pada pekerjaannya yang menyebabkan anak yang sedang dikandungnya meninggal.

Itu 6 bulan lalu, dan hingga sekarang Anya tak bisa memaafkan Ale (yang dianggapnya tak pernah meminta maaf karena hal itu).

Kalau di awal saya ceritakan bahwa novel ini tentang perjuangan sepasang manusia, well, sebenarnya ini tentang perjuangan Ale mendapatkan kembali Anya yang di sepanjang plot terus-terusan mengungkit kesalahan Ale yang hanya satu kalimat itu. Satu kalimat berujung pada cerita dalam buku yang cukup tebal, hehehe. Jika Ale tak mampu masuk dalam kamar anak dalam rumah mereka, Anya tak mampu menziarahi kubur Aidan, anak mereka yang meninggal. Profesi keduanya yang menuntut kesibukan, Ale sebagai engineer offshore oil mining dan Anya sebagai konsultan bisnis yang sukses, membuat intensitas pertemuan mereka tak terlalu tinggi. Di bulan keenam itulah konflik mereka memuncak dan akhirnya lebur.

Lebur bersama kehamilan Anya.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.