SPOILER ALERT
The Architecture of Love adalah buku pertama karangan Ika Natassa yang saya baca, walau demikian ulasan novel ini saya buat setelah Critical Eleven, karena satu plotnya. Nanti akan saya jelaskan mengapa demikian.
The Architecture of Love, pretty much tells about Ika Natassa, itu yang saya tangkap secara garis besar. Raia Risjad digambarkan sebagai penulis wanita sukses dengan beberapa bukunya yang selalu best seller di Indonesia, di mana para pembaca setianya selalu membawa-bawa buku karyanya ke mana-mana dan membaca buku itu sampai lecek; peluncuran bukunya dihadiri ratusan orang dengan preorder yang selalu ludes terjual.
Raia mesti “mengungsi” ke New York, ke apartemen karibnya Erin, dalam usahanya memecah writer’s blok setelah 2 tahun tak mampu menelurkan karya baru. Dua tahun lalu, ia bercerai dengan Alam suaminya, kekasihnya semasa sekolah dulu. Sejak itu pulalah ia tak mampu menulis sebaris kalimat pun untuk novel baru yang telah dijanjikannya pada penerbit. Demi judul buku, plotnya penuh dengan cerita tentang arsitektur bangunan khas di New York dan tempat-tempat atraksi para pelancong, termasuk kafe-kafe dan jajanan yang menyuguhkan makanan dan minuman enak.
Writer’s block nya berakhir saat bertemu River Jusuf dalam sebuah acara pesta tahun baru. Semenjak itulah mereka semakin intesif bertemu, dan dalam beberapa minggu saja mereka saling jatuh cinta. Masing-masing membawa beban masa lalu yang menghalangi hubungan pertemanan selangkah lebih maju. Sudah 3 tahun River kehilangan Andara istrinya akibat kecelakaan mobil, rasa bersalahnya membuatnya kabur dari Jakarta ke New York, tempat adiknya Aga tinggal.
Kesamaan nasib justru membuat mereka memiliki cara berpikir yang serupa.
Buku ini saya yakin ditulis setelah Critical Eleven. Sebab, jelang akhir cerita novel The Architecture of Love, Anda bisa mendapatkan sedikit gambaran cerita selanjutnya antara Anya dan Ale (yang tidak banyak ditulis dalam Critical Eleven). Mereka kembali akur, dan kehadiran Ansel anak kedua mereka merekatkan hubungan suami istri ini. Lagipula, Ale dan Raia masih berkerabat dekat, meski Raia lebih dekat dengan Harris adik Ale yang dalam buku ini menyelenggarakan pesta pernikahan dengan Keara. Acara inilah yang digunakan penulis untuk mempertemukan kembali River dengan Raia setelah beberapa bulan memutus komunikasi. Ini adalah titik balik River dan Raia setelah hubungan tanpa status, menegaskan kembali apa yang mereka inginkan bersama, dan memutuskan untuk menatap masa depan setelah berdamai dengan masa lalu.
Be First to Comment