Buku The Black Swan yang saya pinjam dari perpustakaan kantor ini salah satu buku “mikir” terbaik yang pernah saya pinjam. Tidak hanya tebal, tetapi buku ini juga memberikan banyak pencerahan, sekaligus perlawanan terhadap banyak sekali konsep yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Buku ini mengambil istilah Black Swan sebagai sebuah kejadian yang tidak diduga-duga sebelumnya. Sebagai contoh dari Black Swan ini adalah Serangan 9/11 di Amerika Serikat, kesuksesan Internet, dan juga Google. Black Swan adalah sebuah anomali terhadap hal-hal yang dianggap rutin. Dahulu, sebelum ditemukannya angsa hitam di benua Australia, penduduk dunia telah mengambil kesimpulan bahwa semua angsa berwarna putih (dan segala sesuatu yang tidak berwarna putih bukanlah angsa). Hanya butuh seekor angsa hitam (Black Swan) untuk mematahkan anggapan semua angsa berwarna putih.
Black Swan menyoroti kelemahan teori kurva lonceng atau metode kuantitatif, misalnya regresi. Metode-metode ini menghilangkan detail yang ada di dalam sekumpulan informasi, dan dengan demikian melakukan simplifikasi berlebihan atas informasi tersebut, sehingga bisa jadi menghasilkan kesimpulan yang kurang akurat atau bahkan salah. Kurva lonceng hanya dapat diterapkan di zona Mediocristan, yakni istilah Taleb untuk dunia yang rata-rata saja, dan nilai-nilai ekstrim (ekstrim rendah dan ekstrim tinggi) akan saling menghilangkan. Sementara Black Swan terjadi di zona Ekstremistan, zona di mana data-data yang ada tidak hanya rata-rata saja, melainkan terdiri atas data-data dengan perbedaan yang signifikan antara satu sama lain.
Black Swan merupakan sebuah cara pandang baru untuk melihat (dan mengantisipasi) masa depan. Buku ini mengingatkan kepada kita bahwa bagaimanapun kompleksnya metode untuk memprediksi, masa depan tetaplah misteri. Kesalahan prediksi masa depan (dan prediksi masa lalu) merupakan kelemahan yang dimiliki oleh manusia, karena informasi yang dimiliki manusia merupakan informasi masa lalu dan masa kini. Sementara masa depan tidak pernah cukup diprediksi hanya dengan menggunakan data-data ini saja. Dengan kata lain, kesalahan prediksi merupakan hal yang lumrah dan pasti terjadi, oleh karena itu perlu disusun sebuah rencana untuk mengantisipasi hal-hal terburuk yang mungkin terjadi atas prediksi yang meleset tersebut (ataupun mengurangi risiko).
Black Swan tidak semata-mata menunjukkan sisi gelap keacakan. Justru Black Swan memberikan peluang bagi mereka yang hendak bersaing melawan kekuatan yang sudah mapan. Dalam sebuah bab dinyatakan bahwa perusahaan yang pernah masuk dalam daftar Fortune 500, hanya sejumlah kurang dari seperlimanya saja yang dapat bertahan hingga 30 tahun ke depan; sisanya mati ataupun merger dengan perusahaan lain. Inilah peluang yang diberikan oleh kehidupan bagi mereka yang tidak berhenti berusaha dalam menggapai kesuksesan.
Terakhir, Mr. Taleb memberikan nasihat yang sangat bagus tentang kehidupan.
Missing a train is only painful if you run after it! Likewise, not matching the idea of success others expect from you is only painful if that’s what you are seeking.

Be First to Comment