Author: <span>admin</span>

Hari ini 31 Desember 2014, hari terakhir di tahun 2014, sebuah milestone yang mesti dibuat penandanya.
Sebagaimana orang-orang lain lakukan, saya juga akan sedikit menengok ke belakang, pencapaian apa saja yang telah dialami, dan memandang semua yang telah terjadi sebagai jalan hidup yang penuh berkat Tuhan.

Catatan Christianity

Ketika saya berpikir tentang uang, saya berusaha mengingat kembali seluruh bacaan yang saya konsumsi setahun yang lalu, ketika segala teori asal-muasal uang sedikit banyak memberikan persepsi yang berbeda terhadap uang dalam diri saya.
Uang bagi saya tidak lagi sekedar alat tukar menukar. Lebih jauh lagi, uang dapat dipakai untuk mengendalikan orang, mengendalikan bangsa, bahkan mengendalikan dunia. Lembaran-lembaran kertas yang sejatinya tak memiliki nilai berarti tanpa persepsi keberhargaan, akan kehilangan makna sesaat setelah orang kehilangan kepercayaan akan nilai yang telah disepakati terhadap lembaran kertas itu. Bahkan lebih jauh lagi, kini uang tidak lagi berwujud fisik, melainkan sekedar catatan bit-bit dalam komputer di bank yang diakses melalui gesekan kartu plastik di pasar.

Brainstorming

Animasi unik berjudul The Book of Life memberikan hiburan tersendiri bagi penontonnya. Bercerita tentang pemuda bernama Manolo Sanchez yang hidup dalam budaya Meksiko yang kental di kota bernama San Angel, dan ia sendiri sejak kecil dididik menjadi bullfighter oleh ayahnya Carlos, yang keluarganya memang turun temurun menjadi bullfighter. Cerita dimulai saat La Muerte, roh penguasa Land of the Remembered bertaruh dengan Xibalba, penguasa Land of the Forgotten, bertaruh siapakah yang berhasil menikahi Maria Posada : Manolo atau Joaquin. Mereka bertiga adalah sahabat sejak kecil, namun nasib memisahkan mereka. Maria mesti pergi ke Spanyol, Joaquin bergabung dalam militer, sementara Manolo tinggal di kota untuk belajar menjadi bullfighter.

Movie

Saya membuat topik baru berjudul Search Insight. Rencananya akan berisi topik-topik yang sedang banyak dicari di internet, dan tulisannya akan berdasarkan riset yang saya kerjakan sendiri.
Nah, sebenarnya topik kali ini ramai di masa liburan, yakni seputar Ost Jagonya Film Global TV. Jadi yang dimaksud adalah lagu milik penyanyi Jemma Griffiths atau lebih populer dengan nama Jem, berjudul It’s Amazing.

Search Insight

Bagi sebagian pria, pekerjaan bukan sekedar kegiatan untuk mencari nafkah. Carl Casper (Jon Favreau) misalnya, seorang chef terkenal yang bekerja di fancy restoran milik seorang yang hanya peduli pada jumlah tamu dan jumlah penghasilan dari restorannya, terpaksa angkat kaki dari pantry restoran ini karena ia tidak lagi mendapat kebebasan untuk berkreasi demi masakan bercitarasa terbaik bagi para pengunjung.

Movie

The Little Rascals adalah film yang populer di tahun 1994, menceritakan sekelompok anak kecil yang tidak memiliki banyak uang namun tidak pernah kehabisan ide. Spanky dianggap sebagai pemimpin kelompok ini karena ia terlalu sering memberi perintah pada teman-temannya, dan ia yang paling sering mencetuskan ide, walaupun tidak selamanya itu ide yang terbaik. Ia bersama Alfalfa, Stymie, Froggy, Porky, Buckwheat, dan Mary Ann, membentuk suatu kelompok He-Man Woman Haters Club atau klub pria pembenci wanita (walaupun sebenarnya mereka punya seorang anggota cewek, Mary Ann, namun mereka sering lupa karena ia terlalu tomboi).

Family Movie

Kisah kehidupan manusia sehari-harinya akan diceritakan dari sudut pandang seekor burung beo yang bisa bicara bernama Paulie (suara oleh Jay Mohr). Kisahnya diceritakan melalui pertemuannya dengan Misha Belenkoff (Tony Shalhoub), seorang imigran Rusia yang mengejar American Dream nya, sempat mengajar literatur di negara asalnya namun kini bekerja sebagai cleaning service di sebuah lab binatang.
Di sini kita belajar bahwa setiap orang memiliki kisah unik yang layak untuk disimak. Plot cerita mundur jauh sekali, saat Paulie berada di rumah sebuah keluarga yang memiliki seorang putri bernama Marie Alweather, yang kesulitan bicara namun memiliki pemahaman luar biasa dengan Paulie, peliharaannya. Sayang sekali, orangtua Marie tidak terlalu senang dengan Paulie sebab ia dianggap sebagai biang masalah kenapa Marie lambat berbicara.

Family Movie

Tidak terasa, blog ini memiliki cukup banyak reviu film, terutama film-film baru yang saya tonton sendiri. Namun film-film barat ini, walaupun bergenre film keluarga, masih kurang layak ditonton bersama anak-anak, saya rasa karena tingkat keterbukaan akan seksualitas cukup jauh berbeda dengan budaya timur yang dianut mayoritas orang Indonesia. Oleh karena itu saya berpikiran untuk membuat kumpulan reviu film-film yang benar-benar layak ditonton bersama anak-anak.

Nah, untuk mengawali kategori “Family Movie” ini, saya membawa judul Matilda yang rilis di tahun 1996. Ini adalah film yang pernah saya tonton di sekitar tahun itu, dan menontonnya sekali lagi di penghujung 2014 ini membawa memori masa kecil.

Matilda (Mara Wilson) bercerita tentang seorang anak kecil berusia sekitar sekolah dasar yang memiliki kepandaian di atas rata-rata. Walau demikian, ia tidak dianugerahi keluarga yang mendukung belajarnya. Matilda diasuh oleh keluarga orangtuanya (Mr. Wormwood oleh Danny DeVito dan Mrs. Wormwood oleh Rhea Perlman) yang sebenarnya tidak peduli pada apapun perkembangan Matilda di sekolah. Beruntung, Matilda memiliki guru kelas yang baik, Miss Honey (Embeth Davidtz) yang menaruh perhatian lebih pada kecerdasan Matilda. Problematika hidup tidak hanya terjadi di rumah, namun kepala sekolah yang killer (Trunchbull, diperankan oleh Pam Ferris) seakan memberikan beban tersendiri pada Matilda.

Family Movie

Bagi mereka yang masa kecilnya dihabiskan di tahun 90-an, pasti kenal dengan kisah Saint Seiya, utamanya ketika ia bersama-sama dengan Shun, Hyoga, Shiryu, dan Ikki bertarung melawan ksatria jubah emas untuk menyelamatkan Saori, sang Athena yang sebenarnya. Di sinilah kita mulai mengenal 12 rasi bintang yang merepresentasikan rentang waktu dalam 1 tahun.

Demikian kita dibawa bernostalgia kembali dengan kisah ini melalui karya terbaru Toei Animation, yang menggambarkan perjuangan Seiya ke dalam CGI dengan kisah yang dipersingkat. Sebab, di film seri, rentetan kisah ini sungguhlah panjang, namun kita akan melihat versi lain dari pertarungan ini dalam durasi 1,5 jam.

Movie

I do it because I can do it.

Terkadang seseorang berbuat sesuatu tanpa alasan jelas, kecuali hanya karena ia bisa melakukannya.
Demikian dengan Robert McCall (Denzel Washington), mantan anggota dinas intelijen AS (mungkin saja CIA) yang memalsukan kematiannya untuk hidup tenang di Boston. Hari demi hari dihabiskannya dengan membaca buku di sebuah kafe, dan obrolan ringannya dengan seorang pengunjung rutin yang bernama Alina (Chloë Grace Moretz) atau juga disebut Teri yang bekerja sebagai wanita panggilan oleh mafia Rusia, kemudian menyeretnya ke dalam pertempuran baru.

Movie