Hari ini 31 Desember 2014, hari terakhir di tahun 2014, sebuah milestone yang mesti dibuat penandanya.
Sebagaimana orang-orang lain lakukan, saya juga akan sedikit menengok ke belakang, pencapaian apa saja yang telah dialami, dan memandang semua yang telah terjadi sebagai jalan hidup yang penuh berkat Tuhan.

Tahun 2014 merupakan tahun berkat bagi saya.
Pertama, kelahiran Sophia pada 14 Maret 2014 membawa kebahagiaan luar biasa bagi keluarga saya. Menjadi seorang ayah dari bayi perempuan tidak pernah terpikirkan di kepala saya, dari semua kewajiban-kewajiban yang dibebankan pada punggung saya, kehadiran seorang anak menjadi hal yang luar biasa membahagiakan. Hari demi hari tidak lagi menjadi hari yang biasa, tetapi berkat yang baru terjadi dalam keluarga kecil kami.
Seakan tak cukup berkat yang diberikanNya bagi kami, anugerah Tuhan memungkinkan saya untuk mendapatkan beasiswa master ke luar negeri. Pertengahan tahun 2014 saya ditetapkan sebagai salah satu penerima beasiswa dari pemerintah. Apa dan bagaimananya, akan saya bahas dalam artikel-artikel tersendiri.
Pendidikan yang akan saya nikmati ini tidak semata-mata menjadi ambisi saya, sebab menjadi contoh bagi anak untuk mengejar pendidikan tinggi adalah lebih utama. Saya ingin memberikan contoh yang terbaik bagi anak saya, dan menjadi contoh artinya mengalami sendiri pengalaman-pengalaman baru, sehingga kelak saya dapat memberikan dorongan dan nasihat yang tepat agar anak saya menjadi lebih hebat daripada saya.
Demikian 2 berkat Tuhan yang luar biasa, dan tentunya hal-hal lain yang saya alami akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi masa depan.
Saya harus berterimakasih pada Kari Jobe dan whatwordscanspeak atas puisi yang begitu kuat, untuk menutup tahun yang luar biasa ini. Puisi ini muncul dalam video Kari Jobe – Forever (live).
If there are words for Him, then I don’t have them.
You see, my brain has not yet reached a thought
that could adequately describe the greatness of my God.
And my lungs have not yet developed the ability
to release a breath that could breathe out the greatness of His love.
My voice is so inhibited, restrained by human limits,
it is hard to even sing sufficient praises of Him.
You see, if there are words for Him, then I don’t have them.My God His grace is remarkable;
His mercies are innumerable;
His strength is impenetrable.
He is audible, accountable, favourable;
He is unsearchable yet knowable;
indefinable yet approachable;
indescribable yet personal.
He is beyond comprehension; further than imagination;
constant through generations, King of every nation.
But if there are words for Him, then i don’t have themYou see my words are few, and to try to capture
the one true God using my vocabulary would never do.
But I use words as an expression, an expression of worship to a Saviour:
A Saviour who is both worthy and deserving of my praise, so i use words.
My heart extols the Lord, blesses His name forever.
He has won my heart, captured my mind and has bound the bolt together.
He has defeated me in my rebellion, conquered me in my sin;
He has welcomed me into His presence, completely abided me in;
Flooding me with mercies in the morning;
Drowning me with grace in the night.
If there are words for Him, then I don’t have themBut what I do have is Good News!
For my God knew that man-made words would never do;
For words are just tools we use to point to the Truth.
So He sent his Son Jesus Christ as the Word, living proof.
He is the image of the invisible God, the first-born of all creation;
for by Him all things were created, giving nothingness formation;
and by His Word He sustains in the power of His name.
He is before all things, and over all things He reigns.
Holy is his name, so praise Him for His life,
the way he persevered his strife;
the humble son of God becoming the perfect sacrifice –So praise Him for his death; that He willingly stood in our place;
that He lovingly adored the grave; that He battled our enemy
and on the third day rose in victory.
He is everything that was promised; praise Him as the risen King;
lift your voice and sing, for one day He will return for us,
and we will finally be united with our Saviour for eternity.
It’s not just words that I proclaim,
for my words point at the Word, and the Word has a Name;
hope has a Name; joy has a Name;
peace has a Name; love has a Name:
and that name is Jesus Christ – praise His name forever.
Berikut adalah terjemahan bebasnya ke dalam bahasa Indonesia.
Jikalau ada kata-kata bagiNya, maka aku tak memilikinya.
Otakku belum sampai kepada pikiran yang dapat mendeskripsikan kebesaran Tuhanku.
Paru-paruku belum memiliki kemampuan untuk menghembuskan nafas yang menunjukkan betapa besar cinta Tuhan.
Suaraku begitu terhambat, terbatas oleh kemampuan manusia, betapa sulit untuk menyanyikan pujian yang layak bagiNya.
Betapa, jikalau ada kata-kata bagiNya, maka aku tak memilikinya.Ya Tuhan kasih karuniaNya yang luar biasa;
Belas kasihanNya tak terhitung;
KekuatanNya tak bisa ditembus.
Dia terdengar, dapat dipercaya, baik;
Dia tak terlihat namun dapat dikenali;
Tak dapat dijelaskan namun dapat didekati;
Tak terlukiskan namun pribadi.
Dia berada di luar pemahaman; lebih jauh dari imajinasi;
Tak berubah dari generasi ke generasi, Raja segala bangsa.
Tapi jikalau ada kata-kata untuk Dia, maka aku tak memilikinyaKata-kataku sedikit, dan mencoba untuk menjelaskan
satu-satunya Allah yang benar menggunakan kosakata yang tak pernah akan bisa.
Tapi aku menggunakan kata-kata sebagai ekspresi, ekspresi dari penyembahan pada Juruselamat:
Seorang Juruselamat yang baik dan layak mendapat pujian, jadi aku menggunakan kata-kata.
Hatiku meninggikan Tuhan, memberkati Namanya selamanya.
Dia telah memenangkan hatiku, menangkap hatiku, dan telah mengikatku padaNya.
Dia telah mengalahkanku dalam pemberontakanku, menaklukkanku dalam kubangan dosaku;
Dia telah menyambutku ke hadirat-Nya, mengundangku masuk ke dalamnya;
Memenuhiku dengan belas kasihan di setiap pagi hari;
Menenggelamkanku dengan kasih karunia di malam hari.
Jikalau ada kata-kata untuk Dia, maka aku tak memilikinya.Tapi apa yang kumiliki adalah Kabar Baik!
Sebab Tuhan tahu bahwa kata-kata buatan manusia tidak akan pernah cukup;
Sebab kata-kata hanya alat yang kita gunakan untuk menunjuk kepada Kebenaran.
Jadi Dia mengutus AnakNya Yesus Kristus sebagai Firman, bukti hidup.
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari semua ciptaan;
sebab oleh-Nya segala sesuatu diciptakan, dari ketiadaan menjadi ada;
dan dengan FirmanNya, Dia menopang dalam kuasa nama-Nya.
Dia ada sebelum segala sesuatu, dan atas segala sesuatu Dia memerintah.
Kudus adalah namanya, jadi pujilah Dia untuk hidupNya,
betapa Dia bertahan dari penderitaanNya;
Anak Allah yang rendah hati menjadi korban yang sempurna –Jadi pujilah Dia atas kematiannya; bahwa Dia rela berdiri di tempat kita;
bahwa Dia dengan penuh kasih turun ke tempat orang mati; bahwa Dia berjuang melawan musuh kita
dan pada hari ketiga bangkit dalam kemenangan.
Dia adalah segala sesuatu yang dijanjikan; puji Dia sebagai Raja yang telah bangkit;
angkat suaramu dan bernyanyilah, sebab suatu hari Ia akan kembali bagi kita,
dan kita akan bersatu dengan Juruselamat kita untuk selamanya.
Ini bukan hanya kata-kata yang kunyatakan,
sebab kata-kataku berasal dari Firman, dan Firman itu memiliki Nama;
Harapan memiliki Nama; sukacita memiliki Nama;
perdamaian memiliki Nama; cinta memiliki Nama:
dan nama itu adalah Yesus Kristus – puji namaNya selamanya.
Be First to Comment