Film yang diadaptasi dari kisah nyata tentang seseorang bernama Neil Baldwin, pria yang lahir sekitaran tahun 1945 dan memiliki keterbatasan kemampuan belajar, namun punya semangat hidup yang tinggi. Neil, atau biasa dipanggil Nello, selalu dapat melihat segala sesuatu dengan positif. Nello tidak membiarkan keterbatasannya menjadi penghalang untuk bahagia. Sebagaimana yang diucapkannya.
I always wanted to be happy, so I decided to be.

Neil biasa bekerja sebagai badut dalam sirkus, sebab sejak kecil memang ia menyenangi sirkus. Mary ibunya tidak melarangnya bergabung dalam kelompok sirkus, dan beberapa tahun ia dikenal sebagai Nello the Clown. Mary selalu saja mengkhawatirkan kehidupan Neil oleh sebab keterbatasannya, dan memang Neil tidak terlalu pandai mengatur hidupnya. Berkali-kali ia mesti meminta pertolongan pada orang lain, termasuk pada pendetanya, juga pada Malcolm sahabatnya.
Lou Macari, saat itu menjadi pelatih Stoke City, mengangkat Nello menjadi kitman yang baru di tim itu, dan Nello yang penggemar setia Stoke City tentu saja langsung bekerja sebagai kitman dan nampaknya ia memiliki kemampuan yang sangat baik dalam berkomunikasi dengan orang lain. Selain bekerja sebagai kitman, Nello juga memiliki kebiasaan menyapa mahasiswa-mahasiswa baru di Keele Unversity, yang pada akhirnya memberi gelar Master (honorary graduate) pada Nello.
Cerita yang sangat sederhana dengan tokoh yang sederhana pula, tidak serta merta membawa pesan yang dangkal. Jika kita menelaah lebih jauh, film ini berusaha menyentuh hati penontonnya agar menghidupi hari-hari dengan lebih bermakna, sebagaimana yang Nello lakukan. Sebagaimana Nello berjuang dengan caranya sendiri untuk meraih apa yang ia inginkan, selayaknya pula kita yang memiliki tingkat intelejensi yang baik, sebisa mungkin berusaha untuk mencapai apa yang kita cita-citakan.
Be First to Comment