Author: <span>admin</span>

Jika Anda merasa komputer Anda kinerjanya melambat terutama ketika mengkopi file masuk dan keluar komputer, barangkali Anda perlu mempertimbangkan untuk melakukan pengecekan pada transfer mode Disk Anda. Seperti yang belakangan ini kulakukan pada Toshiba 15′ ini. Sewaktu pertama kali mengeksplorasi komputer ini, kinerjanya terasa lambat sekali, bahkan setelah sistemnya dibersihkan dari virus dan malware yang sempat melekat pada winlogon dan svchost.

Nah, transfer mode primary IDE (hard disk utama) ini tentu saja sangat mempengaruhi kinerja komputer, karena selain menyimpan data, hard disk sistem juga berfungsi sebagai memori (page file) tambahan jika RAM tidak mencukupi.
Cara mengecek transfer mode ini adalah melalui device manager (control panel -> system -> hardware -> device manager -> IDE ATA/ATAPI controllers -> primary IDE Channel). Pada tab Advanced Settings, jika transfer mode-nya PIO akan tampak seperti di bawah ini.
pio

Windows OS

Sudah hampir jam 12 malam, aku baru saja bisa memecahkan masalah yang beberapa kali terjadi saat instalasi komponen baru untuk Delphi.
Ketika komponen selesai di-build dan diinstal, muncul error

—————————
delphi32.exe – Unable To Locate Component
—————————
This application has failed to start because ****.bpl was not found.
Re-installing the application may fix this problem.

Gambar error bisa dilihat di bawah, namun dengan file bpl yang berbeda

Catatan Programming

Sore ini aku mendapatkan satu mesin portabel Toshiba 15inci yang katanya rusak, walau tak disebutkan seperti apa kerusakannya. Namun kesan pertama setelah melihat kondisi barangnya yang mulus, sepertinya hanya masalah virus.

Namun tanda-tanda keberadaan virus ternyata tak dapat dibuktikan dengan jelas, karena task manager masih bisa diakses, folder option juga tidak terblok. Hanya saja ada 2 proses yang memenuhi resource prosesor sehingga membuat respon mesin ini sangat lambat. Kedua proses itu adalah svchost milik DCOM service process launcher dan Winlogon.
Aku langsung berinisiatif untuk menjalankan combofix (http://bleepingcomputer.com) yang telah beberapa kali menyelamatkan karir service centerku :p

Windows OS

Di antara kejadian gempa yang terjadi di Tasikmalaya kemarin, terselip satu kejadian unik yang kualami.

Siang itu seperti biasa, diriku duduk di depan monitor menekuri pekerjaan yang antre minta diselesaikan. Kala itu aku harus menambahkan 1 view data penerimaan kantor selama setahun. Nah, sembari bekerja seperti biasa juga aku menghidupkan Yahoo Messenger. Dan tampaknya hari itu sama seperti hari-hari biasanya, hingga pada satu saat aku menerima pesan dari Yahoo Messenger.

freska : gempa maz

Side Stories

Gambar diambil dari kompas.com Gempa ternyata berpotensi tsunami, karena pusat gempa berada di laut bagian selatan Jawa. Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan…

Hot News

Terus memonitor gempa Tasikmalaya yang baru saja terjadi, gempa berkekuatan 7.3 SR. Sampai di mana dampak gempa bisa dirasakan? Orang-orang di Bandung, Bogor, Jakarta, Pekalongan, Cilacap, Yogyakarta, bahkan Samarinda telah…

Hot News

Bencana alam terulang lagi, kali ini gempa terjadi di barat daya Tasikmalaya, berkekuatan sekitar 7.3 SR dengan kedalaman sekitar 35 km. Gempa ini juga berpotensi terjadi tsunami. Gempa terjadi sekitar…

Hot News

YD: dim,
YD: aku serius lho baru cari donatur
YD: kmu cariin ya, tmnmu ato saudaramu ato siapa yg mau peduli ma anak2ku disini

Ini sepenggal pembicaraanku dengan seorang teman lama yang kini memenuhi panggilan hidupnya menjadi biarawati dan sedang mengabdi di SLB G AB Helen Keller Yogyakarta.

Side Stories

24

Switchfoot – 24

Twenty four oceans
Twenty four skies
Twenty four failures
Twenty four tries
Twenty four finds me
In twenty-fourth place
Twenty four drop outs
At the end of the day
Life is not what I thought it was
Twenty four hours ago

Still I’m singing Spirit take me up in arms with You
And I’m not who I thought I was twenty four hours ago
Still I’m singing Spirit take me up in arms with You

Twenty four reasons to admit that I’m wrong
With all my excuses still twenty four strong

See I’m not copping out not copping out not copping out
When You’re raising the dead in me
Oh, oh I am the second man
Oh, oh I am the second man now
Oh, oh I am the second man now

And You’re raising these twenty four voices
With twenty four hearts
With all of my symphonies
In twenty four parts
But I wan to be one today
Centered and true

I’m singing Spirit take me up in arms with You
You’re raising the dead in me
Oh, oh I am the second man
Oh, oh I am the second man now
Oh, oh I am the second man now
And You’re raising the dead in me

I want to see miracles, see the world change
Wrestled the angel, for more than a name
For more than a feeling
For more than a cause
I’m singing Spirit take me up in arms with You
And You’re raising the dead in me
Twenty four voices
With twenty four hearts
With all of my symphonies
In twenty four parts.
I’m not copping out. Not copping out. Not copping out.

Menurut ceritanya, Jon Foreman sang vokalis Switchfoot menciptakan lagu ini sehari sebelum ia berulangtahun ke-24.

Brainstorming

Ini salah satu potongan cerita di kala aku buka praktek servis center di kantor. Satu ekor CPU yang belum genap sebulan kureparasi rusak lagi kena penyakit. Virus, biasa. Sewaktu kepala seksi si pemilik CPU nanyain, “kok bisa kena virus lagi, bukannya kemarin udah dipasangi antivirus? bla bla bla…”
“Kemarin antivirusnya di-uninstal Pak, katanya ada aplikasi yang keblok” jawabku, dan seketika pak Kasi manggut-manggut. Reputasiku tetap terjaga, oye!

Usaha satu-dua-tiga yang tak membuahkan hasil memaksaku untuk memanfaatkan fasilitas system restore canggih bawaan Lenovo yang akhir-akhir ini jadi favoritku. Tak tanggung-tanggung, sistemnya kukembalikan ke keadaan 2 tahun lalu! Wakakaka….

Windows OS