Tersebutlah sebuah penjara di wilayah New England, Amerika Serikat, Shawshank State Prison. Cerita dimulai pada tahun 1947, ketika Andy Dufresne (Tim Robbins) divonis bersalah dalam kasus pembunuhan istri dan kekasih gelapnya yang seorang pegolf pro, ia dihukum 2 kali penjara seumur hidup. Di sana ia memulai kehidupan baru sebagai penghuni penjara yang penuh kekerasan dan kejahatan oleh para narapidana, pengawas penjara, dan oleh warden. Dan sebagai manusia, ia mulai berteman dengan Ellis Boyd “Red” Redding (Morgan Freeman), yang dihukum 50 tahun penjara.
Sebagai mantan bankir, kecerdasannya tidak luntur. Dimulai dengan memberi advis finansial pada para penjaga, ia mulai dipercaya oleh kepala sipir, Samuel Norton, sebagai ahli keuangan yang membantu si kepala sipir mengerjakan proses pencucian uang haram. Ia juga dipindahkan dari bagian laundry ke perpustakaan untuk membantu Brooks Hatlen mengurus perpustakaan. Andy ingin memperluas perpustakaan dan ia mengirim surat 1 kali seminggu pada parlemen untuk meminta bantuan uang untuk menambah koleksi buku, dan setelah 6 tahun ia dikirimi paket buku-buku bekas dan uang $200 dengan pesan agar ia berhenti mengirim surat pada parlemen. Namun ia bertekad untuk mengirim 2 surat perminggu agar diberi uang pengembangan perpustakaan, dan setelah beberapa waktu, usahanya berbuah manis. Ia akhirnya dapat mengembangkan perpustakan menjadi perpustakaan terbaik antarpenjara di New England.
Permasalahan dalam penjara tidak sekedar kekerasan belaka. Gangguan psikologis juga mengintai para napi. Brooks Hatlen yang telah terkurung di penjara selama 50 tahun akhirnya dibebaskan. Namun setelah bebas, ia merasa ingin kembali ke penjara, bahkan berpikiran untuk membunuh demi dikembalikan ke penjara. Pada akhirnya, ia memilih gantung diri.
Hope is a good thing, and good things never dies.

Andy tetap menjaga harapannya untuk bisa dibebaskan karena ia merasa tidak bersalah atas pembunuhan istrinya, dan kesempatan itu muncul saat Tommy Williams, napi baru, datang. Ia bercerita bahwa ia pernah satu sel dengan pembunuh istrinya. Tetapi ketika Andy meminta agar kepala sipir mengusahakan peninjauan kembali kasusnya, Tommy malah dibunuh.
Sejak itu Andy bertekad untuk kabur sesegera mungkin.
Suatu malam setelah membereskan tugas-tugasnya, Andy meloloskan diri dari lubang tembok yang ternyata telah dibuatnya selama kurang dari 20 tahun menggunakan sebuah martil kecil. Ia harus merayap melalui saluran pembuangan sebelum menghirup udara bebas, dan keesokan harinya ia menguras uang hasil kejahatan sang kepala sipir dari beberapa bank dengan total nilai $370 ribu dan pergi ke Zihuatanejo, Meksiko, untuk memulai kehidupan baru.
Pesan moral dari film ini : kita harus menjaga harapan agar bisa bertahan dari segala yang kita alami. Seberat apapun itu, selama harapan itu ada, jalan keluar selalu tersedia bagi mereka yang berusaha menggapainya.
Kelihatannya seru. Sempat terpikir untuk menonton film ini. Udah dapet DVDRip-nya pula. Entah kenapa hilang minat.
Penasaran sih. Sayang mentahannya sudah saya hapus. 🙂