Kali ini aku ingin bercerita tentang seorang temanku, Adam. Pertama kali kenalan pas kuliah kalkulus, mata kuliah tersulit bagiku. Adam ini tipikal orang yang belum tercemar racun kota; ia jujur dan sangat suka menolong. Aku yang waktu itu serba kekurangan tentu saja sangat tertolong setiap kali ia mentraktirku makan. Memang rasanya tidak enak hati, tapi namanya rejeki jangan ditolak, ya kan? Hehehe.