Ini adalah kali pertama aku menjejakkan kaki di pulau Kalimantan. Sedikit bangga karena aku diundang ke kantor wilayah di Pontianak untuk memasang aplikasi buatanku sendiri yang kukerjakan di sela-sela kesibukan dan di akhir pekan. Hahay. Aku dikontrak untuk bekerja selama 4 hari dengan target menginstal segala yang diperlukan dan mengasistensi pegawai untuk menjalankan program, beserta debugging dan modifikasi on the spot.
Secara umum, Pontianak cukup nyaman, tidak terlalu padat, tetapi mengalami kesulitan energi listrik dan bahan bakar minyak. Terlihat beberapa kali terjadi antrean kendaraan di SPBU. Kota ini populer karena dilewati garis khatulistiwa, dan 2 tahun sekali terjadi kulminasi matahari, yakni menghilangnya bayangan benda di sekitar tugu khatulistiwa. Aku menyempatkan diri mengunjungi tugu khatulistiwa.

sebelum berkunjung, aku tidak tahu seperti apa rupa tugu ini, dan ternyata tidak seperti tugu-tugu di kota lain yang hanya lurus seperti monas di Jakarta dan tugu muda di Semarang, tugu khatulistiwa memiliki bentuk istimewa, yakni terdiri atas 4 palang dan dihiasi ornamen di ujung atasnya. Juga terdapat tulisan yang menandakan titik koordinat tugu tersebut plus anak panah yang menandakan arah.
Ternyata, tugu yang asli berada di dalam monumen.

Gambar di atas adalah tugu yang asli, kemudian pemerintah daerah membuat replikanya dengan ukuran 5 kali ukuran aslinya yang diletakkan di atas ruang museum. Sedangkan tugu yang asli berada di dalam. Pada atap terdapat atap bening sepanjang garis ekuator, di mana kita bisa melihat peristiwa kulminasi yang legendaris itu dari dalam museum.
Di museum ini juga disediakan kenang-kenangan khas tugu khatulistiwa, berupa replika hiasan meja tugu khatulistiwa. Hiasan ini bermacam-macam ukurannya, dan dapat Anda tebus dengan harga 30 ribu hingga 150 ribu rupiah, tergantung ukuran dan variasi. Namun sayang sekali, hiasan ini terbuat dari kaca sehingga tidak praktis dibawa. Ada 1 bentuk hiasan yang mudah Anda bawa pulang karena didesain dengan dilindungi kayu, praktis dan unik.
Selebihnya, tentang kuliner. Anda bisa mencoba mengunjungi warung ikan Mak Etek yang sangat populer di sini. Walaupun lokasinya tampak kurang strategis dan agak kumuh, warung ini sangat ramai dikunjungi pembeli.
Apabila Anda ingin mencoba sensasi makan di pinggir sungai Kapuas, cobalah makan di Hotel Grand Kartika. Masakan ikannya benar-benar istimewa.
Untuk penginapan, Anda bisa mencoba hotel Mercure yang berdekatan dengan Mega Mal. Anda bisa menikmati sarapan pagi yang benar-benar lezat, salah satunya dim sum yang maknyus. Sedangkan makanan di Mega Mal tidak terlalu istimewa.
Bagi Anda yang tertarik berkunjung ke kota ini, Anda bisa mencari momen yang tidak berdekatan dengan hari raya (terutama imlek, cap go meh, dan sembahyang kubur etnis Cina), karena harga tiket akan melambung tinggi, jauh di atas harga normal.
Jadi ingin sekali pergi ke Pontianak