Ginko – Junichi Watanabe

SPOILER ALERT

Ginko adalah sebuah novel karangan penulis asal Jepang, Junichi Watanabe. Tema dari buku ini adalah emansipasi. Memang di era yang terdahulu, wanita dianggap punya posisi yang lebih rendah dari pria, tidak hanya dalam pergaulan masyarakat tetapi juga merasuk ke dunia profesional dan bahkan dunia pendidikan sekalipun.

Meski tumbuh di era yang sedemikian kejam pada perempuan, Gin Ogino tidak patah arang. Memahami bahwa ia memiliki tingkat intelejensi yang tinggi dan minatnya pada belajar lebih besar dibandingkan anak manapun di desanya, ia mesti berjuang berkali-kali lipat dibandingkan teman-teman prianya. Dimulai dari penyakit kelamin yang ditularkan dari suaminya, tubuh Gin jadi sakit-sakitan dan bahkan divonis tidak punya anak. Setelah memutuskan bercerai, Gin berganti nama menjadi Ginko dan mengejar cita-citanya menjadi dokter perempuan pertama di Jepang.

Novel ini menjelaskan dengan detail problem-problem yang dialami oleh perempuan yang berjuang meraih mimpi. Olok-olok bahkan pelecehan mesti diterimanya di sepanjang perjalanan menuju bintang, namun Ginko pada akhirnya berhasil meraih gelar dokter untuk metode medis a la barat, sesuatu yang masih sangat langka saat itu. Ginko pun mulai buka praktik, demi meyakinkan pada kalangan wanita sendiri agar mereka tidak malu-malu memeriksakan diri.

Ginko semakin terkenal sebagai dokter wanita pertama di Jepang sekaligus pegiat organisasi wanita dari sebuah gereja. Konflik novel ini tidak berhenti setelah Ginko berhasil menjadi dokter. Seorang pemuda yang mengaku sebagai pengagum mengajaknya menikah, dan diterima Ginko, meskipun pria tersebut lebih muda darinya. Pemuda pengangguran tanpa pengalaman menikah dengan seorang dokter wanita yang dihormati di masyarakat, konflik tentunya tidak terhindarkan. Buku ini menceritakan realita seorang wanita, antara mimpi dan posisinya sebagai istri yang mau tidak mau mesti tunduk pada suaminya.

Cerita perjuangan Ginko sangat lah menarik dan menegangkan, hanya saja novel ini mempercepat alur pada bagian akhir novel, yang membuat cerita berakhir terlalu cepat.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.