Three Cups of Tea – Greg Mortenson & David Oliver Relin

SPOILER ALERT – artikel ini membahas beberapa potong cerita dari buku yang dijadikan topik.

Three Cups of Tea merupakan sebuah buku memoar yang menceritakan kisah hidup Greg Mortenson yang selain berprofesi sebagai perawat bersertifikat juga merupakan pendaki gunung yang ulung. Kematian Christa adiknya membuatnya berjanji untuk meletakkan kalung milik Christa di K2, puncak tertinggi kedua di dunia setelah Everest, sebagai penghormatan akan kenangan indah adiknya semasa ia hidup.

Puncak K2 yang ada di Pakistan bagian utara, meskipun hanya berstatus tertinggi kedua, memiliki reputasi sebagai gunung paling sulit didaki karena struktur permukaan yang sangat curam.

Dalam perjalanan menuju K2, Greg malah menemui kegagalan, padahal penjadi pendaki sudah dijalaninya sejak berumur belasan tahun, dan latihan fisik bukan barang asing bagi tubuhnya. Namun saat itu ia bahkan terpisah dari rombongannya, yang kemudian terpaksa turun dari K2 menuju Askole, desa terdekat dari puncak K2. Karena salah belok, bukannya menuju Askole, ia tiba di desa Korphe dengan tubuh yang lunglai. Di sanalah misi hidupnya berubah setelah bertemu Haji Ali yang merawatnya dengan tangan terbuka dan menunjukkan bagaimana desa tersebut tidak memiliki fasilitas sekolah yang layak bagi anak-anak.

Sekembalinya dari Pakistan, ia mulai mengumpulkan uang dan berusaha mencari donatur karena dengan gajinya sebagai perawat tak mungkin memenuhi 12 ribu dolar yang dibutuhkan untuk mulai membangun sekolah dasar di Korphe. Sebanyak 580 surat dikirimkannya kepada orang-orang terkenal yang kaya, namun hanya Jean Hoerni yang menghubunginya dan memberinya cek 12 ribu dolar tersebut. Maka dimulailah kisah heroiknya dalam memperjuangkan nasib anak-anak Pakistan di wilayah yang paling tidak terjangkau, bahkan oleh pemerintah negara tersebut.

Greg dan organisasi nonprofit CAI (Central Asia Institute) yang memulai misi dari sekolah Korphe akhirnya memperluas proyek hingga 50 lebih sekolah yang tersebar tidak hanya di Pakistan, namun juga di Afganistan, padahal saat itu tentara Amerika Serikat mulai membombardir Afganistan setelah serangan di menara kembar WTC dan Pentagon yang didalangi Taliban pimpinan Osama Bin Laden. Sebelumnya ia telah menyaksikan bagaimana konflik Pakistan – India dalam perebutan wilayah Kashmir (yang disebut juga Baltistan), merenggut kehidupan ribuan orang yang harus mengungsi dan meninggalkan desanya yang telah rata dengan tanah.

Buku setebal 300+ halaman ini tidak hanya berisi perjuangan Greg dalam melawan kemiskinan di Pakistan, namun juga tentang perjuangannya pribadi yang harus membagi antara misi hidupnya dengan kehidupan keluarganya yang mesti ia tinggalkan selama berbulan-bulan. Belum lagi perjuangan mengumpulkan donasi untuk mendanai seluruh programnya di Asia Tengah.

Terdapat beberapa kontrovesi tentang Greg dan CAI melalui buku yang ditulis Jon Krakauer, Three Cups of Deceit. Jon merupakan mantan dewan direktur CAI yang pada akhirnya mengundurkan diri karena tidak puas tentang bagaimana organisasi tersebut dikelola. Meskipun demikian, Three Cups of Tea adalah buku yang menarik dibaca.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.