Sejak awal aku tiba di Surabaya, aku selalu mencoba mencari cara gimana bisa makan lontong balap, yang akhirnya kesampaian juga di malam hari keempat, sesudah tim tuntas menyelesaikan tugasnya.
Aku lupa di mana lontong balap ini, tapi PKL-nya berjudul Lontong Balap Pak Budi.



Lontong balap ini terdiri atas lontong, tauge atau kecambah, tahu, lentho (seperti perkedel namun dibuat dari semacam kedelai khas jawa timur), kuah, sambal kacang, ditaburi bawang goreng dan sedikit kecap. Rasanya lumayan, sederhana namun memiliki rasa khas daerah ini. Lontong balap bisa ditemani dengan sate kerang.

Sebagai minuman bisa dipesan kelapa muda yang juga dijual di situ.

Kenapa dinamai lontong balap? Pak Budi, si penjual lontong balap, sembari bergurau menuturkan bahwa dahulu para penjual lontong ini “balapan” menggendong angkringannya, barangkali demi memperebutkan tempat paling strategis.
alamat nya dimana za,, klo mau beli lontong balap