MP3 Player ini kubeli tahun 2004, waktu itu seharga 400-an ribu rupiah, kubayar dengan beasiswa yang kudapat waktu itu. Beasiswa yang nominalnya cuma bisa buat makan seminggu setengah perbulan, padahal waktu itu aku sangat butuh uang.
Okay, sekarang apa yang istimewa dari MP3 player ini? Tentu saja umurnya yang sudah 6 tahun di 2010 ini. Padahal mp3 player jenis begini nggak banyak yang tahan lama. Aku setia dengan barang ini, karena selain barang ini telah menemaniku selama kuliah dan selama “pembuangan” di Papua, mp3 player ini juga berfungsi sebagai flashdisk yang memiliki fitur write-lock di hardware-nya. Alhasil, inilah salah satu piranti utamaku dalam membasmi virus. Sekarang ini flashdisk sangat murah harganya, namun yang punya fasilitas write-lock tak mudah dicari. Pernah satu waktu aku nyusuri gerai demi gerai di pameran komputer, hanya ada 1 toko yang punya, itu pun barangnya ada di tokonya yang jauh minta ampun.
Kemarin waktu di Surabaya aku sempat membeli baterai AAA rechargeable (yang harganya 70ribu sepasang, wow mahalnya), namun betapa kagetnya, si mp3 player tak menyala. Aku tak tahu status barang ini karena beberapa bulan ini jarang kupakai mengingat aku tak lagi melakukan perjalanan jauh. Dua hari yang lalu kucoba lagi tetap tak bisa, dan akhirnya hari ini si mp3 player seperti bangun dari tidurnya dan menyalak lagi. Woof!
how watt amplifier of this mp3 player.?
maksudnya gimana? 😀