DotCom vs DotAnything

Domain .com merupakan salah satu top level domain (TLD) internet tertua dan terpopuler sepanjang masa. Dengan kepopulerannya yang bahkan mulai merasuk ke kultur pop, maka terkadang orang menyebut kata-kata “lagi males.com” walau saat itu mereka tidak sedang mereferensikan apapun yang terkait situs males.com. Namun sedemikian lekatnya TLD .com di mata dan telinga orang-orang “generasi Y” yang hampir tidak lepas dari koneksi internet, mau tak mau mereka memiliki ekspos tinggi terhadap domain .com.

dotAnything. Sumber : foxnews.com
Kepopuleran .com membuat hampir semua entitas berorientasi profit maupun nonprofit, perusahaan maupun perseorangan, berlomba-lomba mendapatkan domain .com sesuai identitas mereka, dan tak jarang kata-kata populer menjadi domain .com termahal di dunia, sebut saja sex.com, yang masyur karena harganya yang selangit. Karena terlalu populer, maka orang-orang yang berkepentingan meregister nama-nama bagi produk mereka sangat sulit mendapat nama domain .com, karena tingkat persaingan yang luar biasa tinggi. Sementara generic TLD lain seperti .net, .org, dan .info seperti tak berdaya menggantikan .com. Ada harapan baru ketika negara-negara mulai menjual ccTLD dengan bebas, seperti .pw, .co, .us, .ws, dan banyak lagi. Namun, ketika domain-domain ini pun masih asing di telinga Anda, maka tentunya masih jauh dari harapan untuk menyaingi .com bukan?

Ketika ICANN melontarkan wacana pembentukan domain TLD baru berjenis .anything, muncul pertanyaan yang sama : apakah .com dapat tergantikan dengan .anything? Well, dari sisi SEO sendiri, .anything belum terbukti apa-apa, dan dari sisi branding, orang-orang awam masih banyak sekali yang belum paham tentang .anything. Maka bayangkan jika Anda memasarkan alamat situs blablabla.today, maka apakah orang akan otomatis mengasosiasikan alamat tersebut dengan alamat website sebagaimana yang terjadi dengan .com? Bagi saya, justru ini tantangan terberat bagi pemasar .anything. Peluncuran .anything tidak serta-merta menjawab kebutuhan bagi domain baru, namun memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru yang sangat mendasar dari sisi pemasaran alamat situs.

Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi domain .anything, saya hanya bisa menyarankan untuk mengakuisisinya sekarang bagi pemanfaatan yang lebih jauh di masa mendatang. Kita tidak mengetahui keadaan di masa yang akan datang, namun kita dapat mengantisipasinya saat ini juga. Walaupun tentunya, bagi saya, sangatlah bijaksana apabila Anda juga memiliki domain .com bagi entitas bisnis Anda.

One Comment

  1. […] 2. Gunakan .com Bukan berarti saya tidak nasionalis, namun domain .com masih menjadi favorit jika Anda mengandalkan mesin pencari seperti Google. Mengapa? Anda bisa membaca ulasan saya dalam artikel saya, Dotcom vs DotAnything. […]

    12 June 2014
    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.