Click (2006)

“You were fast-forwarding through your life long before you met me.”

Berapa kali dalam hidup kita, kita ingin waktu cepat berlalu dan ingin segera meraih kesuksesan? Bila Anda sedang ingin melewati hari-hari “biasa” dalam hidup Anda dan menantikan impian Anda tercapai sembari mengabaikan waktu yang Anda miliki sekarang, maka film ini dapat memberi pelajaran yang tepat bagi Anda.
Sebagaimana orang-orang kantoran lainnya, Michael Newman (Adam Sandler) juga ingin mendapat promosi di kantornya, demi memenuhi kebutuhan keluarganya dan bersaing dengan tetangganya dalam hal kesombongan siapa memiliki apa. Petualangan dimulai ketika ia bertemu Morty, seorang malaikat yang menyamar sebagai teknisi di toko Bed, Bath, and Beyond, dan menawarkan remote control untuk mengendalikan hidup dengan cara kerja seperti remote tv.

sumber gambar : flixster.com

Merasa mendapatkan alat yang canggih, Michael mem-fast-forward kehidupannya jika ia menemui kendala dalam hidup. Ia memang mendapat promosi, bahkan pada akhirnya menjadi CEO perusahaan desain arsitektur ternama, namun ada harga tinggi yang harus dibayarnya : kehilangan sekian puluh tahun kebersamaan dengan keluarganya, bercerai dengan istri, dan tidak hadir pada pemakaman ayahnya, Theodore.

Sebagaimana dapat ditebak, pada akhir hidupnya, Newman merasa sangat menyesal dan sebuah kalimat nasihat ia tuturkan pada putranya, Ben.

Family comes first.

Banyak sekali nasihat yang sebenarnya dapat kita petik dari film ini. Pekerjaan hanyalah sebuah cara untuk mendapat uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari, dan tidak seharusnya mendapat porsi terbesar dari waktu kita. Bahwa ketika kita kehilangan hubungan dengan anggota keluarga, itu artinya kita akan kehilangan itu selamanya. Maka apakah yang dapat kita tukar untuk mengembalikan hubungan itu? Seluruh uang, pangkat, dan jabatan tidak akan cukup memulihkan hubungan keluarga yang telah retak, dan yang tinggal hanyalah penyesalan.

Beruntung, di dalam film ini diceritakan bahwa Michael hanya bermimpi, dan ia seperti mendapatkan kesempatan kedua untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Bagaimana dengan kita? Selagi hidup masih kita jalani, tidak ada salahnya mengambil pelajaran dari kesalahan orang lain, karena hidup kita terlalu singkat untuk berbuat kesalahan dan belajar darinya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.