Digital adalah Maya

Di dalam dunia ini tidak ada satu hal pun yang dapat didefinisikan dengan persis 1 dan persis 0. Kalau kita telaah kembali barang-barang kita yang disebut digital, di antaranya harddisk, floppy disk, CD/DVD, semuanya merupakan barang-barang analog.
Harddisk misalnya, media penyimpanan ini menggunakan teknologi yang menyimpan magnetik ke dalam pelat khusus. Dalam keadaan sebenarnya, apabila dilihat menggunakan alat khusus, kita tidak akan melihat kode-kode biner di dalam pelat harddisk, melainkan sebuah pola magnetik yang tampak seperti gambar di bawah ini. (sumber)

magnetic pattern harddisk
Imaging principle of magnetic contrast in a magnetic disk by a dynamical scanning probe microscope
(a) the magnetic domains in a magnetic hard disk
(b) the z-component of the stray field
(c) the z-component of the secondary derivative which approaches zero at so-called ‘magnetic silent regions’

Menurut literatur yang pernah kubaca, data dalam harddisk tidak dapat benar-benar ditulisi data baru, melainkan menggunakan sebuah metode tertentu sehingga pola magnetik yang ada di dalamnya dapat “menimpa” pola yang lama. Pada akhirnya, pola magnetik pelat harddisk menjadi bertumpuk-tumpuk, dan data-data lama sebenarnya tidak pernah hilang dari pelat. Dengan konsep inilah data recovery menjadi sangat memungkinkan walaupun data telah benar-benar di-wipe atau ditimpa data baru. Hanya saja, untuk data recovery kelas berat seperti ini membutuhkan alat dan keahlian khusus yang tentu amat sangat mahal. Konon, alat seperti ini baru ada di Amerika Serikat.

Sistem analog dari media penyimpanan seperti harddisk akan diterjemahkan menjadi nilai-nilai digital dasar yakni bilangan biner 0 dan 1 dengan suatu metode, sehingga atas nilai digital ini dapat diolah kembali oleh mesin dengan sinyal-sinyal listrik, yang juga bekerja dengan prinsip analog-digital yang sama.

Konsep analog-digital ini ada di nyaris seluruh peralatan komputasi, mulai dari media penyimpanan yang kita bahas di atas, hingga mesin komputer itu sendiri, dan juga alat-alat komunikasi baik menggunakan kabel maupun nirkabel. Itulah sebabnya mengapa interferensi dari lingkungan dapat mempengaruhi jalur komunikasi, yakni mengganggu sinyal analog sehingga pola-pola yang terbentuk menjadi tidak dapat diterjemahkan dengan benar.
Kenyataannya, kita akan juga selalu menemukan konsep “physical” dan “logical” pada banyak peralatan komputer. Contoh mudahnya adalah harddisk, di mana mekanisme penyimpanan ini diatur oleh banyak sekali subsistem sehingga tulisan ASCII kita ini dapat disimpan jadi pola magnetik yang dapat dibaca kembali.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan selesaikan soal berikut * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.