Pertama-tama aku akan mengutip artikel tentang BSOD, blue screen of death.
Blue screen of death (BSOD, Bahasa Inggris: Layar Biru Kematian), atau kadang disebut “layar biru” (bluescreen) saja adalah istilah populer untuk layar yang ditampilkan Microsoft Windows ketika mengalami kesalahan sistem (atau disebut stop error oleh Microsoft). BSOD milik Windows NT, 2000, XP, atau Vista biasanya lebih serius daripada Windows sebelumnya. Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya BSOD ini. Diantaranya driver peralatan yang tidak bagus, kesalahan memori, registry yang rusak atau penggunaan file DLL yang tidak cocok. Berbagai bentuk BSOD terdapat pada seluruh sistem operasi Windows sejak Windows 3.1. BSOD merupakan pengganti black screen of death (layar hitam kematian) yang muncul pada OS/2 dan MS-DOS.[1] Dalam versi awal dari Windows Vista juga terdapat red screen of death atau layar merah kematian, yang digunakan pada kesalahan boot loader. Sumber
Kejadian BSOD juga dialami salah satu laptop kantor yang memang bukan barang baru. Ketika digunakan tiba-tiba komputer hang dan muncullah di layar salah satu legenda Microsoft, BSOD :p
Menurut pengakuan si pemakai, tidak ada kejadian aneh sebelumnya termasuk benturan atau goncangan yang terlalu besar pada mesin. Walau bosku sudah rela kehilangan salah satu aset kantor ini, harga diriku sebagai tukang reparasi tak mau terlukai. Pasti ada cara, pikirku. Kata-kata unmountable boot volume membuatku mengarahkan kecurigaan pada harddisk.
Satu-satunya cara yang kupikirkan adalah mencopot harddisk dari badan laptop dan mengubahnya menjadi harddisk eksternal. Beruntung casing harddisk eksternalku gampang dicopot.
Yang ingin kucoba saat itu adalah perintah CHKDSK legendaris yang pernah menghidupkan kembali 2 harddisk berharga milikku.
Satu-dua kali mencoba, perintah ini selalu menghasilkan “an unknown error occured“. Jiah….
Perintah ini terus kucoba, namun pada akhirnya menghasilkan “Cannot Open Volume for Direct Access“. Bahkan ia tidak dapat lagi diakses oleh command prompt. Jadi sedikit panik karena data-data penting di dalamnya belum di-backup oleh si empunya laptop.
Referensi dari Microsoft tentang error ini adalah
To resolve this problem, obtain the latest service pack for Microsoft Windows XP. For additional information, click the following article number to view the article in the Microsoft Knowledge Base:
322389 (http://support.microsoft.com/kb/322389/EN-US/ ) How to obtain the latest Windows XP service pack
Tentu saja aku tak akan sempat mengupdate service pack!
Beruntung, anggota baru kantor ini, Ara, punya properti baru : laptop HP dengan windows Vista.
Butuh waktu 5 jam untuk menyelesaikan perintah CHKDSK x: /r, walau hasilnya cukup baik. Harddisk bermasalah pun akhirnya dapat diakses dengan baik, dan setelah mem-backup isinya ke storage lain, aku memasangnya kembali ke mesin asal.
Di mesin asal sistem bisa berjalan normal setelah melakukan pengecekan di booting awal.
Selamat Mas
Akhirnya gak mubazir
Hehehe……….
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/
experience is a great teacher 😀