Stuju pak.. tapi ada tapinya. Menurut saya, menurunnya pamor blog memang karena zaman. Menulis panjang panjang terasa menjemukan. lama. Makan waktu. Buang energi. Tapi disinilah kelihatan siapa blogger sejati. Menurut saya blogger sejati adalah mereka2 yang terus saja menulis meski mungkin tak pernah dibaca orang lain. Menulis terus terus dan terus. Soal blogger senior yang pindah ke model 140 karakter (media sosial lain) itu juga tak akan lama. Pasti mereka akan kembali ke jalan yang benar ( menjadi blogger sejati lagi)
Salah satu komentar dari artikel ini membuatku sedikit tersentuh, terutama kata-kata “terus saja menulis meski tak pernah dibaca orang lain. Hahay, gue banget, begitu kata orang Jakarta.
Di dalam artikel yang kubaca itu dituliskan berbagai analisis sebagai dasar pembenaran bahwa blog adalah tren sesaat, seperti mode dalam busana, seperti musim dalam dunia buah-buahan. Hehehe…
Memang sih, aku juga merasakan bahwa beberapa blog aggregator yang kuikuti sudah tidak terlalu banyak kemasukan artikel baru dari para kontributornya.
Demam facebook barangkali penyebabnya? Entahlah, diriku sendiri tidak terlalu suka facebook, apalagi twitter. Iya memang ada akun facebook, tapi sekedar buat ngumpulin teman lama & bikin komen2 iseng. Tak lupa juga buat mempromosikan blog ini melalui fasilitas feeder notes-nya.
Riwayat blogging-ku sebenarnya baru sebentar. Agustus 2006 aku menulis artikel pertama di hosting gratisan dari kampus, hingga kini aku pindah ke hosting berbayar, walaupun terkadang kurang produktif, akhir-akhir ini blogging jadi salah satu pelarianku saat dunia membisu.
Yang penting aku menulis, aku berbagi. Masalah dibaca atau tidak, itu urusan lain. Yah, setidaknya aku telah berusaha belajar di dunia tulis menulis, walaupun masih kalah jauh dengan mas Yacob yang tersohor itu.
Blogging sudah jadi hobiku sepertinya 😀
Keep blogging bro
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/
hahay!!!
tetap semangat ngeblognya ya…….
ndak terlalu suka fesbuk, tapi kok blognya malah pake theme fesbuk Mas..?? 😀
salam kenal ya.. sekadar mampir.. 🙂
ehehe. ini ada sejarahnya.
theme nya ringan, sambil “mengolok-olok” fesbuk :p