Xavi Hernandez, gelandang Barcelona, jadi pemain terbaik. Gelar ini diberikan oleh IFFHS, International Federation of Football History & Statistics, sepertinya gelar ini dipengaruhi juga oleh statistik yang dihasilkan pemain.
Xavi kali ini mengalahkan rekan setimnya yang juga pemegang gelar terbaik dunia tahun 2009, Lionel Messi.
Sudah seharusnya Xavi mengalahkan Messi, karena dari yang kulihat, ritme permainan Barcelona yang sukses besar pada 2009 itu sangat dipengaruhi oleh permainan Xavi. Senjata utamanya adalah trough pass yang benar-benar mematikan. Aku jadi ingat karakter Kamiya Atsushi di komik Shoot!. Trough pass mautnya mengantarnya jadi pemain liga Eropa.
Bukti sahih kehebatan Xavi adalah tim-tim yang ia bela punya prestasi bagus. Barcelona dan timnas Spanyol. Bandingkan dengan Messi yang prestasinya di timnas tak semengkilap saat di klub. Artinya, bukan dia yang jadi kartu As tim. Ia tak bisa membuat perbedaan seperti yang dilakukan Xavi.
Messi dibanding-bandingkan dengan Maradona? Jangan mimpi! Maradona mampu membawa klub semenjana Napoli jadi juara Italia, juga membawa timnas Argentina juara piala dunia.
Walaupun Messi bisa dijuluki fantasista, ternyata ia tak bisa lepas dari kendali sang regista, Xavi. Tanpa adanya pengendali, kemampuan magis Messi sepertinya belum mampu meledak sepenuhnya.
Be First to Comment